Menikahi Musuh Bebuyutan
Ruangan modern itu rapi, tapi dingin, mencerminkan kepribadian penghuninya.
Sebastian duduk sendiri di sofa, memandangi draf terakhir kontrak pernikahan mereka. Tiga puluh halaman. Isinya tentang batasan, tanggung jawab, waktu kontrak, dan hal-hal pribadi yang tak boleh disentuh.
Termasuk larangan jatuh cinta.
Ironis, pikirnya. Bahkan cinta pun harus dikendalikan dengan pasal.
Ia melempar berkas ke meja. Mengambil segelas wine, menyesap sedikit, lalu berdiri menghadap jendela.