Penyamaran CEO Tanaka
Adrian menatap langit sore — jingga, lembut, dan entah kenapa terasa seperti warna yang dulu selalu dikaitkannya dengan Maya.
“Dia pasti tahu,” katanya yakin. “Entah lewat angin, atau lewat doa.”
Malam menjelang.
Di dalam kamar, Adrian menulis surat — bukan untuk dikirim, tapi untuk disimpan.
Isinya sederhana, namun penuh makna:
“Maya, terima kasih sudah membuatku mengerti bahwa cinta bukan sekadar perasaan, tapi keberanian untuk jujur pada diri sendiri.