Married? Insya Allah
Laptop mulai bersuara mengetik huruf-huruf, kalimat per kalimat, sebagai balasan untuk belahan jiwaku.
“Allah, Engkau tahu hatiku berantakan, maka tuntunlah aku pada yang jalan lurus
Insya Allah hati ini kuat dan senantiasa bersabar. Aku punya Engkau, ya Rabb.”
Untuk kali pertama dalam cerita cintaku, aku menuliskan kalimat sependek ini. Sungguh sesuatu hal yang langka, dengan bulan-bulan sebelumnya yang terasa sedikit panjang, yang begitu menguraikan luka batin dan cinta yang mendalam. Kali ini juga berbeda, aku mengirim surat balasan melalui e-mail.
Hot Chapters