Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!
Ada sisa rasa nyeri yang tertinggal, bukan di kepalanya, melainkan di dadanya perasaan yang bahkan tak bisa ia beri nama.
Ia menggeser pandangannya.
Morvena berdiri tak jauh darinya.
Rambut merahnya basah, jatuh melekat di leher dan bahunya. Air masih menetes dari ujung-ujung helaiannya, membasahi tanah di bawah kaki telanjangnya. Di bawah cahaya api unggun yang redup, kulitnya tampak pucat dan berkilau, nyaris seperti makhluk yang bukan sepenuhnya manusia. Senyum tipis terlukis di wajahnya, senyum puas dan senyum seseorang yang tahu dirinya sedang diperhatikan, meski mungkin tidak dengan cara yang ia harapkan.
Hot Chapters