Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)
“Ini, Mas alamatnya.”
“Tapi bangunannya sudah gak terawat.” Kataku membuka jendela mobil, mengitari sekeliling. Di sisi kanan kiri tidak ada rumah penduduk, hanya ada warung kopi yang terletak sebelah kiri gerbang panti
“Sebentar, Mas. Saya mau tanya-tanya warung di samping bangunan itu. Kali aja dia tahu informasi.” Bang Parto menepikan mobil, lalu keluar mobil. Aku pun mengikuti.