Pendekar Golok Naga
Cuping hidung Palguna dan ketiga temannya kembang-kempis, membaui aroma yang sulit dijelaskan itu.
Dibilang wangi tidak, tetapi dibilang busuk juga tidak. Entah aroma bunga atau apa, Palguna dan kawan-kawannya tak mampu menebak.
"Bau apa ini?" gumam Palguna yang tak kuasa menahan rasa penasaran.
Sembari bertanya-tanya begitu, tangan Palgna merambat perlahan ke gagang parang yang tergantung di pinggang. Kepekaannya mengisyaratkan jika ada yang sedang bergerak mendekat padanya.