Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LARA

LARA

keluh Patrick. "Nggak kok. Deket." "Halo Patrick. Kenalin nama aku Angel dan ini Lola," ucap Angel sambil menunjuk Lola. Angel dan Lola tiba - tiba saja datang dan memperkenalkan diri kepada Patrick. "Oh iya. Aku Patrick," jawab Patrick sambil memandang Angel dan Lola. "Kamu mau ke kantin kan? Yaudah bareng aja sama kita berdua. Kita juga mau ke kantin kok," ajak Angel.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as lucia: plume
Read
+Library
LUKA

LUKA

Semua hancur, cinta yang dimiliki Nara hancur, persahabatan yang Nara miliki hancur menyisakan satu kata di hati . LUKA. ***
87.8K viewsOngoingAdded to Library 280 Times as lucia: plume
Read
+Library
Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

Ia memegang busur besar yang memancarkan cahaya biru yang menyakitkan mata. Pria itu adalah Lucius, pemimpin elit dari ordo Pemburu Bulan dan tunangan yang pernah dijanjikan untuk Lyra sebelum ia menghilang. Lucius menghirup udara, dan senyum mengerikan terbentuk di wajahnya saat ia mencium aroma memabukkan yang memancar dari tubuh Lyra, aroma yang kini sudah ternoda oleh bau Kael Draven. "Jadi benar, mawar suciku telah dikotori oleh air liur binatang hutan itu."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as lucia: plume
Read
+Library
Mas Duda Nyebelin

Mas Duda Nyebelin

katanya kemudian Lucia berdiri, membuat Bianca ikut berdiri meski hatinya baru saja teriris mendengar apa yang Lucia katakan. Plak!!! Sebuah tamparan tiba-tiba mendarat di pipi kanan Bianca, membuat wajah Bianca langsung terhempas dan memerah, jejak dari tamparan tangan Lucia. "Satu tamparan bahkan tidak setimpal sakitnya dengan yang Heera rasakan!" ketus Lucia, kilat matanya langsung berubah menyalang menghunus Bianca. Bianca terisak, sebelum Lucia beranjak pergi dari sana, Bianca langsung bersimpuh dan melirihkan kata maaf.
9.8325.6K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as lucia: plume
Read
+Library
THE KOLONI

THE KOLONI

Saking lembutnya membuat aku sedikit merasa bersalah untuk pertanyaan yang baru saja ku ajukan. "Ah.. maaf Lucia, a..aku..." ucapanku terhenti ketika mataku menyaksikan secara langsung kejadian yang membuat takjub. Lucia berubah, wajahnya kali ini terlihat bak dewi-dewi dari zaman Yunani kuno yang entah dari mana asalnya. Matanya berubah warna biru, sebiru lautan. Sangat cantik.. tubuhnya dibalut dengan gaun putih berenda mempercantik penampilannya. "Apa dia peri?!" Ucapku dalam hati yang sesaat terkesima melihat perubahannya.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 253 Times as lucia: plume
Read
+Library
Liara

Liara

Fredica ia lumpuhkan dengan memukul punggung wanita itu. Teriakan Hagan membuat beberapa pengawal muncul di kolam renang. Salah satu dari mereka langsung berlari ke garasi untuk menyiapkan mobil. Satu lainnnya membantu Biru memegangi Fredica yang tersenyum puas. "Liara? Kau bisa mendengarku?" Hagan berusaha mengembalikan kesadaran Liara yang tampak sudah nyaris menutup mata.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 944 Times as lucia: plume
Read
+Library
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

Setiap hari, ia mematikan sedikit demi sedikit Lidya yang lama. Tante Rosa memberinya nama baru: Luna. "Lidya tidak akan pernah kembali ke sini," kata Tante Rosa, saat ia menyerahkan sebuah kartu nama baru kepada Lidya. "Sekarang, kamu adalah Luna." Nama itu terasa asing di telinganya, tetapi ia menerimanya. Lidya yang lama sudah mati, dan kini ia adalah Luna, seorang wanita yang kuat dan tidak akan pernah lagi dimanfaatkan. Ia menghabiskan berminggu-minggu untuk berlatih, dan setiap kali ia melihat bayangan dirinya di cermin, ia tidak lagi melihat Lidya, gadis desa yang polos. Ia melihat Luna, wanita yang akan membalaskan dendamnya pada dirinya sendiri.
10847 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as lucia: plume
Read
+Library
Lusia

Lusia

Lusia mengangguk pelan, “Tidak masalah Emma, aku akan selesaikan ini.... “ ucap Lusia sembari menjunjung tinggi keranjang rotan wadah bunga. *** “Hah, selesai.... “ ucap Lusia sembari mengusap peluh di dahinya. Meski cuaca tidak terlalu menyengat, tapi berjongkok cukup lama sembari memetik bunga camomile yang pendek – pendek membuat lutut Lusia kram, dan begitu Lusia menyadarinya, ia sudah tak bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya. Lusia berusaha menggapai – gapai udara di sekitarnya, hal yang sangat konyol di lakukan, namun itulah refleks tubuh manusia.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 255 Times as lucia: plume
Read
+Library
Our Luna

Our Luna

Flo tersenyum singkat mendengar penuturan jujur dari gadis mungil itu. Flo menangkupkan tangannya didepan dada seraya memejamkan mata. Tak lama berselang, tubuh Flo terlihat bercahaya, sampai Chiara harus menutup mata karena silau akan cahaya itu. Sekitar dua menit, cahaya dari tubuh Flo pun mulai meredup. Dengan perlahan, Chiara membuka matanya, lalu gadis itu pun terkejut dengan apa yang ia lihat. Flo, si gadis maid berubah menjadi seorang... Peri?
2.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as lucia: plume
Read
+Library
MENIKAHI PRIA LUMPUH

MENIKAHI PRIA LUMPUH

Tunjuk Dariel pada puluhan drone dengan cahaya putih seperti bintang membentuk sebuah kata. ‘Will You Marry Me, Lucia’ Lucia terpaku, matanya memandang nama yang terbentuk dari cahaya drone di langit malam. Hatinya berdebar-debar, dan rasa haru dan bahagia campur aduk di dalam dirinya. Dariel berlutut di depan Lucia, membuka kotak kecil yang berisi cincin.
9.8346.0K viewsCompletedAdded to Library 7.3K Times as lucia: plume
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status