Lusia
Lusia mengangguk pelan, “Tidak masalah Emma, aku akan selesaikan ini.... “ ucap Lusia sembari menjunjung tinggi keranjang rotan wadah bunga.
***
“Hah, selesai.... “ ucap Lusia sembari mengusap peluh di dahinya.
Meski cuaca tidak terlalu menyengat, tapi berjongkok cukup lama sembari memetik bunga camomile yang pendek – pendek membuat lutut Lusia kram, dan begitu Lusia menyadarinya, ia sudah tak bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya. Lusia berusaha menggapai – gapai udara di sekitarnya, hal yang sangat konyol di lakukan, namun itulah refleks tubuh manusia.
Hot Chapters