Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

Cairan bening itu bergumul di satu titik dan siap meluncur. Di detik berijutnya air mata Ara berlinang, mengucur melewati tulang pipi, lalu berjatuhan sulit berhenti. Pecah sudah tangisnya laksana air laut yang sedang pasang, meluluh lantakkan daratan.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
Digerebek Saat Lagi Mendesah

Digerebek Saat Lagi Mendesah

Sudah terlanjur ketahuan dan sudah terlanjur basah. Pak Kades Luqman, masih berbasa-basi ucapan pembuka. Entah sudah berapa kali Arsilla dan Anton saling mengusap peluh masing-masing. Keringat dingin masih terus membasahi. Hingga badan terasa panas dingin. Sebenarnya bukan hanya Arsilla dan Anton saja yang merasakan itu, tapi semua orang yang merasa dekat atau kerabat, juga merasakan hal yang sama. Deg-degan dan malu juga.
1042.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
Jejak Luka

Jejak Luka

Ramon sontak menoleh, bisa dia lihat darah membasahi selimut bagian bawah Ardia. Kira-kira itu darah apaan, yak? Bersambung .... Dikit-dikit nggak pa-pa, ya? Yang penting apdet. Maklum masih suasana berkabung, jadi belum leluasa menulis. Terimakasih sudah mengikuti cerita ini.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

Semua hancur, cinta yang dimiliki Nara hancur, persahabatan yang Nara miliki hancur menyisakan satu kata di hati . LUKA. ***
87.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
Belenggu Membara Sang Penguasa

Belenggu Membara Sang Penguasa

tanyanya ringan, seolah baru saja menyodorkan kopi basi. Raka langsung maju setengah langkah, tubuhnya refleks menjadi dinding di depan Livia. Bahunya lebar, jaketnya basah oleh air hujan, darah di pelipisnya mulai mengering. Tatapannya tajam, dingin, dan siap menerkam. "Turunin ponselnya," perintah Raka. Suaranya rendah, namun berbahaya.
661 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Bau tanah basah naik ke hidung, bercampur keringat dan rasa takut yang menempel di kulit. Lara berhenti di bangku kayu dekat Bethesda Fountain, air mancur berisik, lampu kuning menciptakan bayangan panjang di air. Duduk, lutut ditarik ke dada, ponsel mati. Dalam hati Lara berbisik. Aku bow tujuh kali. Aku nominasi Tony. Tapi Baby Rain… Baby Rain curi Kak Naya. Curi spotlight. Curi… aku. Lara buka tas, gaun pink Young Nala jatuh ke pangkuan, glitter menempel di jari basah air mata. Angin berhembus, membawa bau hotdog dan kertas koran basah. Lara tatap air mancur, air bergerak seperti irama Bali Rain yang belum selesai.
795 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

Luka di bagian lututnya sulit mengering, tapi setidaknya ia sudah bisa berjalan tanpa perlu dipapah. Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa kapas. Aku memejamkan mata ketika Mas Bahri mulai membersihkan darah di tangan. Sesekali aku memekik ketika rasa perih menjalar karena gesekan kapas itu.
1054.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
Hasrat Wanita Kedua

Hasrat Wanita Kedua

Pakaian basah yang menempel hanya membuat tubuhnya semakin menggigil. Jack menoleh, matanya menangkap siluet tubuh Lula di balik pakaian basah yang melekat. Dia menahan napas sejenak, namun segera mengalihkan pandangan, berusaha menekan dorongan yang tiba-tiba muncul. “Kau baik-baik saja?” tanyanya dengan nada datar, menyembunyikan kegelisahan yang melintas sesaat. Lula mengangguk pelan, meski bibirnya bergetar. “Aku… hanya kedinginan.”
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

kataku, memperlambat kuda-kuda kami hingga berhenti. Keringat dan hujan membasahi surai kuda, kepala mereka berlumuran busa. Blanche dan Pip terbelalak, kelelahan dengan rambut basah kuyup dan napas terengah-engah, membeku di pelana. Air mata mereka tersembunyi oleh hujan. Basah kuyup terkena air hujan hingga sepatu bot, aku mengerjapkan mataku untuk mengusir air yang membasahi mataku.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai luka basah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status