QUALM
"Apa begitu rasanya mimpi basah?"
"Ssst, pelan, Pak Arga di atas." Meraih cepat bibir Luna untuk Shira bungkam.
"Lepas, Maemunah, gincu gua, woi!" teriak perempuan itu tidak terima.
"Sumpah, ngakak banget, pas Luna bangun teriak banjir-banjir." Indah masih saja tertawa, membayangkan semalam saat hujan angin semakin deras, tanpa tau diri keduanya membiarkan Luna tidur di bawah beralaskan tikar dengar air yang menggenangi sekitar.
Hot Chapters