Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikahi Luka

Menikahi Luka

Dia berteriak sambil mengacak-acak barang yang berjajar rapi di meja rias. Praankk! Kaca pun pecah kena pukulan tangannya, darah mengucur dari tangannya kena pecahan kaca. Seolah tak merasakan rasa sakit, Hanum menjambak rambutnya, dia memotong rambutnya sampai pendek sebagai bentuk luapan emosi. Tangannya kini beralih ke wajah, kuku panjang dan indah itu dia pakai untuk mencakar wajah mulusnya. Tak ada yang tahu kondisinya saat ini, kamar pun terkunci, sedangkan orang tuanya tidak ada di rumah. Mereka sedang sibuk belanja untuk mengurus apa yang diperlukan di hari pernikahan Hanum.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as luka cambuk
Read
+Library
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Siska mengambil sebuah botol parfum yang berukuran 100ml. "Buat apa parfum itu?" "Buat senjata lah, ini isinya merica, jadi aku mengalihkan mereka, terus aku semprot merica ini ke mata mereka, dan Paman buat mereka tumbang!" Roman mengangguk cepat, ide wanita pujaannya itu begitu membuatnya tersenyum. Siska menghela napasnya, dan mencoba mengambil alih perhatian para pesuruh Aldi.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 511 Times as luka cambuk
Read
+Library
Ketika Luka Menyapa

Ketika Luka Menyapa

Matanya mengerjap berusaha menghalau air matanya. "Hus, kamu ini, kebiasaan gak di rem kalau ngomong. Gak punya perasaan!" tegur Yuva sambil menyikut lengan Laura sedikit keras. "Iya, Nih. Jaga perasaan orang kalau ngomong!" "Gak apa-apa, Kak. Memang benar kok apa yang di katakan kak Laura."
1066.2K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as luka cambuk
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

"Sudah cukup bicara. Mulailah menyerang, atau aku yang akan memulai pesta ini." Codet menyerang dengan pedangnya, melayangkan tebasan horizontal yang cukup cepat. Namun, cambuk Mamak Jambul bergerak dengan keluwesan seekor ular, menggulung pedang Codet dalam satu gerakan cepat. Codet mencoba menarik pedangnya, tetapi cambuk itu sudah melilit erat seperti tali yang enggan dilepaskan. "Kau memanggil dirimu 'Penguasa Luka,' tapi pedangmu malah tidak mau kerja sama," ujar Mamak Jambul, melontarkan humor sarkasnya.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as luka cambuk
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Dia menahan rasa sakit di tubuhnya dan mengayunkan cambuknya ke arah pria bertopeng pertama yang menyerangnya. "Sekalipun aku harus mati hari ini, aku akan bawa kalian bersamaku!" Satu, dua, tiga .... Cambuk di tangan Cempaka dibuat secara khusus dan memang luar biasa. Berhubung dia tidak menunjukkan belas kasihan dan bertarung mati-matian, dia pun berhasil membunuh 3-4 orang dalam sekejap. Mata Laras seketika berkilat tajam. "Dasar pecundang! Serang bersama-sama!"
9.3256.7K viewsCompletedAdded to Library 7.7K Times as luka cambuk
Show Reviews (46)
Read
+Library
Rini Hamid
beberapa kali baca novel diaplikasi ini, novelnya bagus, alurnya menarik, tp yg bikin bosan dan malas, terlalu panjang bab nya sampai ratusan bahkan ribuan, akhirnya.. malas sendiri dan memilih TDK melanjutkan membaca, sebagus dan semanarik apapun pasti bosan.......... semoga novel ini tdk demikian
Tetty Mulyowati
semoga cerita. ini tdk melulu tentang wanita yg tertindas,dianiaya dibuly,selalu jd korban pelecehan dan penganiyaan....sedih saya wanita yg ingin membaca dan mendengar wanita yg bahagia aman,nyaman,dan disayangi...apa trend nya begini cerita2 sekarang....
Read All Reviews
Bidadari Pembawa Luka

Bidadari Pembawa Luka

“Iya. Namanya Kak Maha. Kenapa?” “Dia berambut sebahu dan mempunyai tahi lalat di telinga kanannya?” “Ha?!” ucap Maha tak mengerti. “Maksud Om itu, apa pengasuh Bima dan Sakti itu berambut sebahu dan juga memiliki tahi lalat kecil di telinga kanannya?” “Aku nggak tahu lah, Om,” balas Melati. “Lho kok nggak tahu? Kan kamu dan dia bertemu setiap hari.”
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 408 Times as luka cambuk
Read
+Library
Luka dan Rahasia

Luka dan Rahasia

Matanya menyipit sembari mengacungkan telunjuknya di depan wajah Bryan. Bryan menyingkirkan tangan Lizzi yang berada di depan wajahnya. “Aku pasti dateng, Sayangkuuuu.” Lelaki pemilik rahang tegas itu mencubit hidung Lizzi gemas. Lizzi mengaduh kesakitan karena cubitan Bryan. Ia membalas dengan memukul dada lelaki itu. Bryan tertawa melihat hidung kekasihnya yang memerah.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as luka cambuk
Read
+Library
Luka Yang Tak Pernah Selesai

Luka Yang Tak Pernah Selesai

Ritmenya lambat, seperti seseorang berjalan dengan sengaja agar terdengar. Raka memberi isyarat agar Nira diam. Ia berjalan pelan ke arah pintu, menyorotkan senter ke luar. Namun lorong itu kosong. Saat ia berbalik, monitor laptop menyala sendiri. Teks putih muncul di layar hitam. “Kebenaran dimulai dari kebakaran.” Raka mematung. “Apa-apaan ini…” Lalu suara rekaman lama terdengar dari speaker laptop.
10947 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as luka cambuk
Read
+Library
DENDAM LUKA LAMA

DENDAM LUKA LAMA

DENDAM - Luka Kalimat Bu Endah seperti petir di dada Pak Setya. Ia tertegun, berdiri kaku di depan istrinya dengan wajah memucat. Dia kembali ingat kebrengsekannya kala itu. Bu Endah menoleh. Tatapan matanya tajam, tapi di baliknya tersimpan luka yang dalam. "Bukankah Papa sendiri yang bilang kalau sudah mengaku duda?"
10178.7K viewsCompletedAdded to Library 6.4K Times as luka cambuk
Show Reviews (44)
Read
+Library
Laely Nurhayati
ceritanya menarik, bahasanya bagus, karakternya mewakili budaya kita pada umumnya yang menjunjung tinggi nilai dan norma, menggambarkan bhw penulis sangat menjunjunv tinggi nilai2 luhur budaya dan agama
moonrose
hmm kenapa vania maafin sagara? apa cinta bisa segitu bodohnya ya. 7bulan lost contac, tapi masih anggap suami dan akhirnya gak jadi cerai. apalagi tau alasannya knp sagara gitu ya harusnya vania tau diri sih.
Read All Reviews
Luka Ini Warisan Cinta

Luka Ini Warisan Cinta

Aku melihat adikku yang dikurung di dalam tempayan. Dia baru berusia sepuluh tahun, belum ada yang sempat mengajarinya berubah wujud manusia, bahkan ekor ikannya masih terseret. "Kakak, tolong aku!" Dia terus-menerus memukul kaca dengan sekuat tenaga, menangis memohon pertolongan padaku. Amilia juga melihatnya, matanya berkilat licik, lalu tersenyum penuh ketertarikan.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as luka cambuk
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status