Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Prabu

Prabu

kata Santi menjelaskan. “Oh, iya. Tidak apa-apa San. Aku paham,” ucap Prabu sambil malu-malu. Santi, gadis manis itu tahu betul jika Prabu menaruh hati padanya. Terlihat jelas di wajah Prabu yang merona walau sudah babak belur. “Kamu belum pulang San?” tanya Prabu. “Ah, aku tadi ingin memberikan ini. Tapi aku tunggu kelas sepi dulu,” jawab Santi sambil mengeluarkan sekotak plester dari sakunya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Istri Manja Tuan Indra

Istri Manja Tuan Indra

Lebih mementingkan menantu daripada anak sendiri. "Papa jangan pikirkan dia dulu, Pa! Papa itu masih sakit, Papa habis dikerjain sama mantu sendiri. Sudah, istirahat saja oke! Aku mau izin ke caffe hari ini. Sehabis salah duhur, Pa," balas Indra tanpa memedulikan pertanyaan sang papa sebelumnya. "Tapi, Nak. Papa sudah baikan kok dan kata dokter Papa nggak apa-apa. Cuma mules doang, di dalam makanan yang dibuat Keisya terlalu banyak ladanya. Jadi—-"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

jawaban sembari mengatakan kedua tangannya di depan Devan. Devan perlahan mengetuk pintu villa itu dan tidak lama terdengar suara tantenya yang membukakan pintu dengan wajah yang penuh dengan kebahagiaan, seolah seperti seorang ibu yang menunggu putranya pulang. Devan langsung mencium tangan tantenya dengan senyuman dan Bu Asih pun tersenyum bahagia melihat ternyata keponakannya sudah pulang dari Jakarta.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

ucap Jaka masih tenang. "Bagaimana kau bisa mengalahkan Panglima Prada Abang!? Dia adalah makhluk sakti mandraguna yang tidak bisa kau kalahkan begitu saja! Cara curang apa yang kau lakukan kepadanya!?" tanya Santana dengan wajah yang merendahkan. Jaka mulai muak melihat wajah yang tidak beda dengan pangeran-pangeran dari dunia manusia yang pernah dia temui.
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Kristal Jiwa Raja Naga

Kristal Jiwa Raja Naga

Pria itu lalu berjalan ke arah ranjang berkelambu merah dan duduk di sana dengan anggun lagi berwibawa. Secara perlahan, sang raja membuka gulungan lukisan yang sepertinya belum lama dibuat, dan ia terkesima ketika melihat isinya. "Ini?" Mata sang raja terbuka lebar saat melihat wajah pria muda dalam lukisan. Pandangannya menyapu seisi kertas gulungan dan mendapati sebuah nama dan nama pelukisnya. "An Se ...." "An Zi?" Raja Hangga Wijaya merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini. "Ini ... Dinda, ini ... lukisan ini adalah sosok Pangeran Hangga Langit, putra kita?"
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Selamat datang buku terbaru saya ini. Mohon doanya supaya saya diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan buku ini hingga tuntas. Semoga siapa pun yang berkunjung ke mari juga diberi kesehatan dan rejeki yang berlimpah, aamiin ...
Baca Semua Ulasan
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

ujar Prabu Lhangkem. "Tentu saja Uwa, akan kutunggu di sana," kata Lintang, selanjutnya dia berjalan menuju gerbang gaib diikuti Tresna Ayu, Anantari, dan Kelenting Sari. "Calon menantu Anda sungguh cantik-cantik Anak Prabu, pangeran memang pandai memilih istri," ungkap Prabu Lhangkem saat Lintang dan yang lain sudah tidak ada.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 542 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Pada saat lukisannya selesai, dan diperlihatkan pada sang Maharaja. "Ahh..!! Demi Hyang Widhi Yang Agung..! Ternyata benar pemerkosanya adalah Elang Prayoga..! Pengawal..! Bawa semua korban perkosaan yang telah dipanggil pihak istana..! Suruh mereka masuk ke ruangan ini..!" kejut sang Prabu Mahendra bukan olah-olah, saat melihat wajah dalam lukisan Gita adalah, wajah Elang.!
9.963.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Hangatnya Ranjang Suami Pengganti

Hangatnya Ranjang Suami Pengganti

Dia memperhatikan bagaimana mata Hana tidak berkedip menatap kanvas tersebut. "Cantik sekali, ya?" gumam Doni pelan. "Lukisan bertema pelangi itu... dari semua karya di galeri ini, lukisan mana yang paling kamu inginkan, Hana?" Hana spontan mengangkat jari telunjuknya, menunjuk ke arah panggung tanpa melepaskan pandangannya dari kanvas indah tersebut. "Yang itu, Don. Lukisan pelangi di atas bukit itu. Warnanya hidup banget, seperti memberikan energi positif dan ketenangan setelah melewati masa-masa sulit."
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Prajatista(Pragjyotisha) Tahun 400 SM Prajatista dan Surateleng adalah gambaran suatu negara yang makmur nan subur. Tapi bukan hanya berpenghuni manusia. tapi juga bangsa Raksasa ,walaupun dipimpin oleh dua orang setengah asura bernama Prabu BomaBomantara dan Prabu Narakasura .Putra dari Prabu Basudewa dan Dewi Mahendra. menurut kabar adik angkat Sri Khrisna dan Raden Kakrasana(Baladewa). Tapi kesuburan negara itu berubah menjadi gersang. Ketika Prabu Bomabomantara dan Prabu Narakasura sang adik mempunyai sifat serakah. Tidak hanya suka berperang mengalahkan semua k
7.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Menantu Dewa

Menantu Dewa

Mana mungkin? “Bu Karen, apa ‘Lukisan Gunung Fujiwa’ sangat berharga bagi kalian?” tanya Hannah dengan suara kecil. “Tentu saja ….” Karen tersenyum. “Lukisan itu adalah lukisan yang sangat melegenda di dunia. Kata Pak Presdir, sebuah kehormatan baginya untuk bisa mengoleksi lukisan yang bernilai tinggi itu. Masalah kalian pun bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan lukisan itu.”
9.374.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status