Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OKE, MARI BERCERAI

OKE, MARI BERCERAI

Dan sekarang semua menjadi kebalikannya. "Tapi Ibu baru aja sembuh juga. Gibran takut Ibu sakit lagi kalau nanti kecapean, Bu." "Tidak, Bran. Ibu masih kuat. Ibu juga sehat, kok." "Benar ibu enggak apa-apa kalau Gibran keluar?" "Iya, Bran. Enggak apa-apa." "Ya udah, Gibran mandi dulu, Bu." Bu Santi mengangguk. Meski di dadanya masih ada bongkahan besar yang belum ia keluarkan.
10114.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Mempelai yang Tak Diharapkan

Mempelai yang Tak Diharapkan

Bayi itu pun langsung tertawa. Satya dan Tari ikut tertawa melihat tingkah lucu putri mereka. "Lihatlah lucu sekali wajah Sabia," "Cantik seperti Tari," "Pipinya bikin gemas," Dari mulai Ibra, Farhan sampai Anindya tak terlewat memberi pujian. "Kalau kamu sama Ganendra bisa bikin satu lagi buat Mama pasti gak rebutan. Yang cantik kayak Jihan, boleh. Yang ganteng juga boleh, asal jangan bandel kayak Ganendra."
9.7907.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.1K kali sebagai ibu kian santang
Tampilkan Ulasan (86)
Baca
+Pustaka
iva dinata
Author mengucapkan, terima kasih untuk semua pembaca yang sudah memberi respon baik untuk cerita ini. Terima kasih untuk semua komentar, juga untuk semua saran dan kritik. Author mengucapkan banyak terima kasih. Sampai jumpa di cerita berikutnya. I love you All, my reader's.
Agus Irawan
Hai kak mampir ke karyaku juga. judul" Dari Tunangan Pura-pura, jadi Istri Kesayangan Sang Tuan. pena" Agus Irawan Sinopsis " Hana rela menjadi tunangan palsu seorang pengusaha muda demi menyelamatkan nyawa ibunya. Hanya saja, Abian, pria dingin yang masih terpaku pada cinta lamanya.
Baca Semua Ulasan
Mantanku, Iparku

Mantanku, Iparku

kata Bu Dewi sambil meraba paha Wahyu nakal. Wahyu mulai tak nyaman, dia ingin segera pergi dari sana. Tetapi Bu Dewi malah terus mengulur waktu. "Kamu kenapa ganteng? Jangan takut gitu lah," kata Bu Dewi. "Kalau kamu butuh kehangatan Tante mau kok temani," kata Bu Dewi. Pembantu Bu Dewi memberi Wahyu minuman. Bu Dewi meminta agar Wahyu mau minum baru setelah itu boleh pergi. Karena tak tahan, Wahyu segera minum agar bisa pergi.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Istri Manja Tuan Indra

Istri Manja Tuan Indra

"Katakan selamat tinggal pada mama dan papamu, Wahai istriku yang malang! Karena sebentar lagi fiks kamu … akan jadi babu!" Kata-kata seperti 'babu' ini sangat tidak disukai oleh Keisya. Akan tetapi, nyatanya Indra memang menganggap Keisya tidak lebih dari sekedar pembantu. Perih hati ini mendengar penuturan tersebut, padahal andai saja pernikahan ini terjadi ia berharap tidak ada kata seperti tadi yang keluar dari mulutnya. Semakin lama rasa sesak makin ia rasakan, Keisya tak sanggup lagi berdiri. Indra menarik Keisya ke suatu tempat yang letaknya berada di bawah tangga. Lebih tepatnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Santet Pengantin

Santet Pengantin

] sapa Citra, ibu Kania mengawali panggilan. [Eh, ibu. Ibu dan ayah, apa kabar? Kania kangen, Bu.] tanya Kania, begitu tahu ibunya yang meneleponnya. [Baik, alhamdulillah baik, Nak. Kamu juga apa kabarnya di Jakarta, Sayang?] Citra menyatakan kabar putrinya yang sudah lama tidak bersua.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

Istri Tuan Abraham mengungkapkan isi hati. Anantari tersenyum dan berucap, “Saya paham, ini sangat membingungkan, terima kasih untuk segalanya.” Anantari yang masih terlihat cantik itu mengelus lengan wanita itu, wajar jika tidak ada yang percaya. Karena Anantari masih terlihat muda, siapa menyangka sudah hidup ratusan tahun.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai ibu kian santang
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
KarRa
Hay, author KarRa di sini ... Terima kasih yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca novel saya. Jangan lupa baca juga -Godaan Memikat Lelaki Penguasa -Love Sugar Daddy -Dendam Permaisuri yang Terbuang
Kiki Sulandari
Gavin berhasil membuat Ellard & Lamont melihat ritual yg dilakukan klan peramal & penyihir Apa yg akan mereka lakukan selanjutnya? Gambaran masa depan tentang apa lagi yg telah dilihat Sekar? Akankah terjadi sesuatu pada sang nenek?
Baca Semua Ulasan
CINTA YANG DI NANTIKAN

CINTA YANG DI NANTIKAN

katanya sambil bediri dan berjalan menghampiri ibu panti kemudian mencium kedua tangan wanita parubaya itu. Setelah menyalami ibu panti. Bian di persilahkan duduk dan berhadapan dengan wanita parubaya itu. "Bagaimana kabar mu Nak? " tanya Ibu panti "Alhamdulillah baik Bu" jawab Bian "Syukurlah,Lalu bagaimana dengan keluarga mu? " tanyanya lagi "Alhamdulillah mereka juga sehat Bu" "Alhamdulillah, Kamu datang sendiri?" Tanya Ibu panti saat melihat Bian sendiri tidak seperti biasanya,
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa

kata Rena tersenyum " Iya sama-sama nak" kata Bu sarSa " Ini dia orangnya mbak" kata Irene yang menarik tangan seorang perempuan yang lebih mudah dari Rena dan Irene " Terimakasih ya, oh ia kenalkan saya Reba dari Jakarta" kata Rena tersenyum " Saya Sisil mbak model di kampung sini" kata Sisil yang mendapatkan pujian dari Irene " Model, penampilan saja kayak badut gitu" kata Irene yang gemes dengan tingkah laku sepupunya itu
9.580.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Suaranya datar, formal, seperti berbicara dengan orang asing. Kinanti berusaha tersenyum semanis mungkin, senyum yang dulu selalu berhasil meluluhkan Arya. “Saya Kinanti Atmadja. Atau, Kinanti Kusumo segera. Senang bertemu dengan Anda. Perusahaan Anda, Black Dragon Capital, sangat menarik perhatian kami.”
10838 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Tumben Lu bijak bener! Kesambet dikandang buaya ye?" "Iki karena Aku sering ketemu makhluk Tuhan super nyebelin!" Pas sekali Ian melewati keduanya sambil membawa tikar yang habis Mereka gunakan. "Salah, Makhluk Tuhan paling Ganteng Saya Mbak!" Tuh kan Si Ian emang paling mahir bikin Marni tersulut emosi. "Walah, iki ada wong paling pede! Ngaku gateng seenake dewe! Ora punya kaca toh dirumahmu!"
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status