Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Begitu matanya menangkap goresan tinta di atas kanvas, sepasang alisnya yang memutih langsung bertaut erat. Lukisan tersebut menggambarkan sepasang kekasih yang mengenakan pakaian pernikahan sakral. Sosok pria dalam lukisan sangat jelas adalah Jenderal Dewangga di masa mudanya. Namun, figur wanita di sampingnya membuat napas Samaratungga tercekat.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Senandung Senja — lukisan karya Venus yang menggambarkan hamparan pantai dengan langit jingga. “Kurasa pelukisnya masih muda. Itu sebabnya dia labil dan mudah tersinggung,” gumam Kenan sembari duduk di kursi. Pria itu tidak mengatakan apa-apa lagi. Baginya, ini bukan masalah besar. Jika sang pelukis tidak ingin berbisnis dengan Pradipta, maka ia tidak akan memaksakan. “Apa sudah ada lamaran masuk untuk posisi sekretaris?” tanya Kenan sambil menjatuhkan tubuhnya ke kursi kerja yang empuk.
10116.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai lukisan prabu kian santang
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Risca Amelia
Halo, Kakak cantik dan ganteng. Author punya novel baru. Jangan lupa mampir ya. Judulnya : Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian. Ditunggu komen, ulasan, dan votenya. Terima kasih. Saranghaeyo
Rahman Nita
baca dr kisah suri-romeo, sekarang lanjut ke story nya kembar jevan & jea... Jevan bakal bucin nih sm serin, kyk papanya yg bucin ke mamanya haha. up nya tiap hari brpa bab sih kak? & up jam brpa aja?
Baca Semua Ulasan
Di Atas Ranjang Om Rudy

Di Atas Ranjang Om Rudy

Seharusnya dia berkata Iya, tetapi kepalanya hanya mengangguk saja. “Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Liany gugup, Satria mengulurkan tangannya memintanya berdiri. Liany pun menurutinya dan mereka berdiri saling berhadapan. Satria mengambil tangan Liany dan pulpen di meja kerja Liany. Sesaat satria menggambar sesuatu di jari manis Liany. Sebentuk cincin yang melingkari jari manisnya. Liany tertawa kecil melihat ulah Satria, laki-laki itu memang pandai menggambar sesuatu.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

Lukisan itu menampilkan sosok seorang wanita yang menunjuk ke depan, dengan aura kuat seolah memancar dari tubuhnya. “Senior, apa ini?” tanya Lin Tian. “Itu adalah Lukisan Prasasti Ilahi. Menurutmu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memahaminya?” tanya Gongyang Hong. Lin Tian mengerutkan kening dan menatap lukisan itu lebih saksama. Tiba-tiba, sebuah getaran mengguncang pikirannya. Ia segera meletakkan gulungan itu, jantungnya berdebar.
9.553.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
PENDIRI ILMU HITAM

PENDIRI ILMU HITAM

Di bawahnya adalah sebuah rumah tamu milik Shi Guangyao, tempat yang dikenal dengan nama Zhan Yuan. Li Xian terbang ke bawah atap dan melihat tiga orang duduk di ruang tamu. He Huaisang memegang Sun Xichen di satu tangan dan Shi Guangyao di tangan lainnya, dalam keadaan mabuk dan tampak sedang menangis tanpa henti. Di belakang ruang tamu terdapat sebuah ruangan dengan meja yang penuh dengan gambar-gambar yang diberi penjelasan dengan tinta merah. Di dinding, tergantung empat gambar pemandangan musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Li Xian, yang awalnya tidak berniat melihat dengan detail, terkejut melihat keahlian gambar yang sangat mengesankan. Setiap gambar menggunakan wa
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Satu Kali Lagi, Mas

Satu Kali Lagi, Mas

“Sayang, ini bagus gak kalau aku pajang di ruang tengah apartemen yang baru?” Shanum memperhatikan objek yang ditunjuk. Sebuah lukisan yang menggambarkan kemegahan tarian kecak dengan latar belakang siluet senja. “Hmm... bagus, Mas. Warnanya hidup,” jawab Shanum jujur, meskipun ia sendiri tak terlalu mengerti mendalam tentang dunia seni lukis. Setelah menyelesaikan transaksi pembayaran dan meminta pemilik stan untuk mengirimkan lukisan tersebut langsung ke alamat apartemen, Prana kembali menggandeng tangan Shanum.
1095.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Cinta Perlahan Sang Pengacara

Cinta Perlahan Sang Pengacara

Itu lebih mirip seperti ketika Shea sudah ngantuk tapi masih memaksakan diri menjahit tangan lalu benangnya kusut. “Nah, yang ini lebih ceria.” Pram pindah ke lukisan di dekat bean bag. Gambar seorang wanita duduk di kursi, wajahnya menghadap ke luar jendela dengan warna-warna pastel, lembut, dan cahaya mataharinya digambar kuning pucat seperti madu. “One of my favorite. Aku menyebutnya, menunggu tanpa kepastian.”
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Lestia
sebenarnya walaupun Author bikin cerita chef galak itu mantan pacarku dengan pov chef Gun tetap aku baca Thor. Dulu berharap ada pov dari Gun waktu beberapa bab tapi keburu tamat. sampai sekarang masih kebayang-bayang chef Gun sama Paramitha
Icank Hanafi
slalu bagus tiap bikin cerita alurnya simpel ga bertele2 ga diulang2, tiap bab slalu ada kejutan klo bs kasih bintang 100 gw kasih deh thor yg blom baca wajib baca, nyesel ga baca.. next baca kisah hiro n naga
Baca Semua Ulasan
Kaisar Puncak Naga

Kaisar Puncak Naga

Mantan Kaisar Han Yuwen sepertinya sangat menaruh harapan besar pada Pangeran Han Yujie. "Lukisan Elang Menguasai Samudra milik Zhang Ren Yi saat itu begitu menakjubkan. Setiap guratan garis dan warnanya terlihat sangat hidup. Jujur saja, saya tidak berharap besar putra hamba dapat mengalahkannya." Pangeran Han Yuxuan berkata seraya mengisi kembali cawan kosong milik sang ayah.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai lukisan prabu kian santang
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Dear para pembaca, mungkin kisah ini terkesan lambat, karena memang sengaja diatur demikian. Jadi jika sekiranya membosankan, itu adalah hal yg wajar. Kisah ini tidak terburu2 dalam setiap tahapan yg MC lalui saat meningkatkan kemampuan serta tidak langsung jadi 'over power' dalam beberapa bab saja
Baca Semua Ulasan
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Gulungan Naskah Kuno terdapat noda darah, sedangkan Lukisan Gunung Merabu bersih tanpa noda darah. Sonia meletakkan Chandra di kursi roda dan mengambil Gulungan Naskah Kuno serta Lukisan Gunung Merabu yang ada di lantai. “Kasih aku lihat,” pinta Chandra. Lelaki itu memperhatikan Lukisan Gunung Merabu dengan saksama. Akan tetapi lukisan tersebut tidak ada yang berubah. Chandra ingat sekali sebelum dia pingsan, dia melihat perubahan di lukisan ini.
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67.1K kali sebagai lukisan prabu kian santang
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
TERJERAT CINTA SANG DUDA

TERJERAT CINTA SANG DUDA

Jehan mendongak, menatap Gantari yang sejak tadi sibuk berdiam diri. “Di sini saja menggambarnya, Sayang.” “Oke, Oma.” Jehan membawa buku gambar dan pensil warnanya ke sofa. Dia pun terus asik mewarnai gambarnya. Tak berapa lama, Kay dan Prabu keluar dari kamar beriringan. Mereka tampak berbicara dengan akrab. Sesekali, Prabu iseng menjawil pipi atau dagu Kay. Gantari memandang sepasang pengantin baru yang berlalu ke ruang makan itu sambil menarik napas panjang.
8.730.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lukisan prabu kian santang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status