Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tertawan oleh Don Mafia

Tertawan oleh Don Mafia

Iris melangkah memasuki ruangan yang akan menjadi kamarnya. Seperti dugaannya, tempat itu jauh lebih sederhana dibanding manor. Warnanya didominasi putih ke abu-abuan. Tidak banyak barang di sana. Namun ada sebuah sofa panjang. Matanya juga menemukan simbol ular dalam sebuah lukisan yang dipajang di dinding. Simbol ular yang juga mirip dengan lencana milik Silas.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
PRIA JELEK ITU TERNYATA SULTAN

PRIA JELEK ITU TERNYATA SULTAN

"Terus-terus itu gimana lagi Bu ceritanya?" "Walaupun jasad Bu Melda udah jadi tulang belulang, ya kami tetap kuburin. Tapi pas nyampe di liang lahatnya, di dalamnya banyak banget ular-ular kecil mana ganas-ganas banget lagi Bu" "Iya baru kali ini loh, ada kejadian yang kayak gitu Bu" "Mungkin Bu Melda kena az ab kali Bu. Dia 'kan sudah bersekutu dengan siluman ular, jadi liang lahatnya penuh deh sama ular-ular"
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
Dicintai Raja Siluman Ular

Dicintai Raja Siluman Ular

Langkah kaki Nina berhenti di salah satu kandang ular, ia tertarik untuk melihat ular tersebut karena ukuranya paling besar diantara ular-ular yang ada isana. Ular itu berwarna hitam dengan garis melingkar berwarna kuning di seluruh tubuhnya. Ular itu balas menatap Nina dan mendesis desis. Nina yang tak mengerti akan jenis hewan melata itu pun mundur karena takut, lalu dengan cepat berjalan kembali ke arah dari mana dia masuk. Dia mengintip keadaan di luar, untunglah di jam itu para pekerja di rumah Cakra sedang sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing, sehingga mereka tak menyadari ada seorang wanita bertubuh mungil yang diam-diam keluyuran di sekitar rumah.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
DiSUKAI SILUMAN ULAR

DiSUKAI SILUMAN ULAR

Yang terlintas adalah wujud manusia berkepala manusia, bertubuh ular seperti dalam film dan cerita dongeng. Apakah seperti itu wujud kembarannya? Kalau di film, itu adalah wujud siluman ular yang diperankan aktris. Apa mungkin, di dunia nyata ada juga makhluk seperti itu? Benak Sari terus bertanya-tanya. "Maksud Bibi seperti ular?" Sari mencoba bersangka baik. Mungkin karena cacat, jadi seperti ular wujud kembarannya. Pak Fudin tak bisa menampik kata-kata istrinya. Dia biarkan Sari mencari tau pada Bu Midah.
9.312.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Ia bercerita tentang pameran seni yang ia kunjungi, tentang kucing liar di depan galeri yang ia beri nama 'Rimbun'—sebuah penghormatan kecil untuk jurusan Kehutanan Elang—dan tentu saja, ia terus mengisi buku linen abu-abu itu. Halaman-halaman awal buku itu penuh dengan detail hujan. Rintik yang jatuh di kaca jendela kantor, genangan air di trotoar Sudirman, hingga bayangan payung-payung warna-warni di halte busway. Hitam dan putih, seperti permintaan Elang. Aksara sengaja menyisakan ruang kosong di setiap sudut sketsanya, seolah-olah ruang itu adalah tempat duduk yang ia sediakan untuk Elang saat pria itu pulang nanti.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
Misteri Ular Xaver

Misteri Ular Xaver

Sisik-sisiknya berwarna ungu gelap dengan kilau metalik. Yang paling aneh adalah kepala patung ular itu, meskipun berbentuk kepala ular segitiga, wajah ular itu justru terlihat seperti wajah manusia yang sangat mengganggu dan menjijikkan. Ibuku sedang memeras darah dari pembalut yang dia ambil dari tempat sampah dan dengan hati-hati memasukkannya ke dalam sebuah mangkuk di depan patung ular tersebut.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Gumam Ethan penuh kebencian. *** Kamar di mana Orlena dikurung bagaikan burung yang di sangkar tampak gelap. Sang burung memilih meringkuk di atas ranjang dengan tatapan yang begitu sedih. Suara tetasan hujan yang beradu di jendela kaca menjadi alunan musik yang didengar Orlena.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
REINKARNASI PENDEKAR IBLIS

REINKARNASI PENDEKAR IBLIS

Mereka menahan rasa takut itu. "Apa ini tidak apa-apa?" "Kau ingin kita yang menjadi kobran?" Tidak ada jawaban. Tentu saja tidak ada yang ingin dirinya menjadi korban. Saat masuk ke bawah, mereka langsung menunduk. Tidak ada yang berani mengangkat kepala. Ternyata di bawah sana ada seekor hewan roh yaitu siluman ular. Siluman itu duduk di atas jasad manusia baru selesai dia makan. Yang tersisa hanya satu bagian tubuh saja. Ular itu sengaja meninggalkan satu bagian tubuh seperti tangan atau kaki atau kepala korbannya sebagai tanda saja. Itu adalah sebuah kebanggaan bagi dirinya.
9.314.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
Suluh Mukhalis: Pendekar Bayangan

Suluh Mukhalis: Pendekar Bayangan

ucap Suluh, mengangkat semuanya, cepat-cepat kembali sampai telinganya mendengar suara desisan. Kekuatan internalnya seketika ditajamkan, merasakan kehadiran sesuatu di atas kepala. Tepat waktu, ketika makhluk melata tersebut melancarkan terkaman, Suluh meluncurkan tumpukan kayu bakar ke arahnya, mengenainya sampai berubah haluan. "Ini ...." Suluh terbelalak, mendapati ular berukuran masif dengan muka seperti kadal. "Apakah siluman yang dimaksud master?"
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Tampak siluman ular dan siluman beruang tersenyum mengerikan lagi. Terdengar lagi lolongan dan jeritan ketidakberdayaan dari para manusia yang terkurung dalam kerangkeng besi. Siluman ular membuka telapak tangan kanannya. Muncullah biji-biji kecil warna hitam. Dengan sekali mengibaskan tangannya, siluman ular memasukkan biji-biji racun warna hitam ke tenggorokan para manusia yang menjerit dan melolong tadi. Tampak para manusia itu terbatuk-batuk parah dan muntah darah. Namun, racun tersebut masih belum cukup letal untuk mencabut nyawa mereka. “Tenang saja… Aku takkan mencabut nyawa kalian yang berharga! Aku tidak berhak melakukan itu. Paduka yang berhak melakukan itu ketika nyawa kalian dipe
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai lukisan siluman ular
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status