Sang Maharaja yang Terlupa
"Akar pohon beringin tidak tumbuh menjulang ke langit untuk memamerkan daunnya pada matahari. Akar itu merambat di dalam kegelapan tanah, memeluk batu-batu yang tajam, menahan longsor, dan memberi makan batang yang menjulang tinggi. Kami, para ibu Nusantara, adalah akar itu. Dan malam ini, kami menawarkan pada kalian sebuah pilihan. Kalian bisa kembali ke benteng-benteng kalian, memeluk emas kalian, dan menunggu hingga gajah perang Jayabaya meruntuhkan tembok kalian menjadi debu. Atau, kalian bisa menanggalkan mahkota kesombongan kalian, turun ke dalam lumpur bersama kami, dan menjadi bagian dari akar yang akan menopang langit Nusantara yang baru."
Keheningan kembali menguasai Balai Agung Ta
Sikat na Kabanata