Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencintai Istri Kakakku

Mencintai Istri Kakakku

Ketika pulang pun ia masih hangover. “Mbak tinggal di Jakarta?” tanya Farzan kemudian. “Iya. Keluarga gue tinggal di sini, tapi gue sih tinggal di daerah Cikarang.” Nadzifa melambaikan tangan memanggil pelayan. Dia menambah lagi minuman beralkohol sama seperti sebelumnya. “Eh, lo yang waktu pagi itu, ‘kan?” Pandangan Nadzifa beralih kepada Bramasta.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Nayla

Nayla

"NAYLAAA!!” Suara teriakan itu seakan tidak bisa menyentuh gendang telinga gadis itu. Ini akibat kebiasaannya yang suka begadang untuk menonton drama Korea favoritnya, padahal hari ini adalah hari pertama Nayla masuk sekolah SMA barunya. Nayla Anastasya Susanto murid pindahan dari Bandung. Mereka memang sering berpindah-pindah kota karena pekerjaan ayahnya, dan kali ini mereka menetap di Jakarta.
9.420.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 782 kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Digerebek Saat Lagi Mendesah

Digerebek Saat Lagi Mendesah

Dia mulai bingung. "Hah? Mama sekarang ada di kota?" Nathan mengulang kata itu, untuk lebih memastikan. "Iya, ada di POM perbatasan ini, jadi jemput Mama, ya? Habis itu langsung antar Mama ke rumah Nabilla! Udah lama sekali nggak ketemu mereka. Mama sangat ingin tahu keadaan mereka," jelas Razmi. Nathan menelan ludah sejenak. "Emm, Mama sama siapa?" tanya Nathan lagi, untuk lebih memastikan.
1042.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Suami Kontrak Pura-Pura Miskin

Suami Kontrak Pura-Pura Miskin

ujar Zaki sambil menyugar rambutnya frustasi. "Itu masalahnya, Mas. Ibu Nura tidak bisa ditelpon sampai saat ini, bahkan temannya yang bernama Mandy malah bilang kalau Bu Nura sekarang pergi ke Dubai." "Apa? Apa Mama pergi ke tempat om Arif, ya? Sebaiknya aku ke sana saja menyusulnya." "Sebaiknya pak Arif ditelpon dulu untuk memastikan, kalau Bu Nura ada di sana, supaya mas Zaki tidak capek-capek ke sana tapi hasilnya zonk."
9.8146.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Nafkah Istri Pertama

Nafkah Istri Pertama

Ia menghubungi Mahendra kembali. "Haloo, Sayang. Aku udah nyampai nih. Kamu dimana sekarang?" Tanya Naura. . "Masuk ajah, aku ada di pojokan sebelah kanan. Tepat di meja nomor delapan. Aku udah pesenin makanan kesukaan kamu, Sayang." Terdengar jawaban di handphone. Mendengarnya jantung Naura berdegup lebih cepat.
10225.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Pengganti Istri

Adik Ipar Pengganti Istri

“Bi Jum, porsi nasinya agak ditambah ya, soalnya Mama di sini.” “Loh, nyonya ke sini?” Bi Jum terkejut karena baru mengetahui keberadaan Nyonya besar keluarga ini. Zahra mengangguk sambil memotong kentang bentuk dadu. “Iya, Bi. Dadi tadi siang. Sekarang sedang istirahat di kamar Nazira.” “Kenapa tidak di kamar tamu saja Non?” Wanita muda itu mendesah pelan. “Mama nggak mau, Bi. Katanya mau tidur sama cucu.”
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Rahasia Besar Suami Pemulung

Rahasia Besar Suami Pemulung

jawab Zahra sambil bertanya. “Baiklah,” jawab Nazar singkat. “Tapi Mas setuju atau tidak sih?” Tanya Zahra, sepertinya Zahra kurang puas dengan jawaban suaminya. Nazar mengambil ponselnya, terlihat jarinya sedang mengetik. Setelah itu meletakkan kembali ponselnya. “Besok suruh keluargamu datang ke restoran Al Ghazali, restoran yang terkenal dengan makanan khas timur tengah,” ucap Nazar.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Lelaki tua itu menyipitkan matanya ketika mendengar Nazar menyebut namanya, lalu bertanya, "Kamu kenal aku?" Nazar segera memberi hormat dan berkata, "Amitabha, aku berasal dari Akademi Nagendra. Nama Taois-ku Nazar. Salam hormat kepada Tuan Mardasa." "Aku pernah dengar namamu, Nazar. Hanya saja aku selalu tinggal di Kota Terlarang dan jarang keluar, jadi nggak banyak berhubungan dengan Akademi Nagendra," kata Mardasa. Lalu, dia mengerutkan kening dan bertanya, "Sejak kapan orang dari Akademi Nagendra mulai melakukan perampokan makam?"
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.4K kali sebagai madam nazar location
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status