Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft
“Tolong… hubungi dia. Tolong beri tahu kalau saya ingin bicara. Sekali saja… saya hanya ingin minta maaf.”
Ambar bersandar pada sofa, menatap Kirana dengan mata yang mulai mengeras. “Yang bude tahu hanya itu, Ki. Naira memang di Salatiga, tapi bude tidak tahu di mana persisnya. Bahkan Masmu juga tidak tahu. Dia sudah cari ke semua villa yang biasa dipakai waktu Naira konseling dulu. Dan pengelola villa bilang tidak ada yang menyewa atas nama Naira.”
Kirana menunduk, tangisnya pecah, dan bahunya berguncang. “Bude… tolong… saya mohon. Saya harus bertemu dia…”