Suami Warisan
ujar Mahesa sambil mengusap punggung Rengganis.
“Kita semua mabuk.” Balas Narendra, dia mengibas-ngibaskan udara di sekitar mereka, “ada yang menyalakan rokok spesial hingga asapnya mempengaruhi kita semua.”
“Huh, untung saja kita di sini.” Keluh Mahesa, “lebih baik jangan keluar dulu sampai kita landing di Jakarta.”
“Kenapa?” tanya Rengganis polos.
“Oh, you don’t wanna know, Honey…” Mahesa mengusap kepala Rengganis, “trust me, kita minta sarapan diantar saja kemari.”