Perjanjian Leluhur
"Jangan munafik, bandot tua! Aku tahu kau ingin menikmati tubuh mereka kalau dikasih kesempatan! Kau tokoh istana yang pantas jadi tokoh astana! Jadi hantu mata keranjang!"
Mahameru terperangah mendengar ucapan yang sangat kasar itu, ia mengingatkan, "Tuan Muda, mereka adalah Tujuh Malaikat Pencabut Nyawa dari kerajaan Utara, tangan kanan Ratu Ipritala."
"Aku tidak punya sopan santun untuk tua bangka mata keranjang," sahut Cakra enteng. "Guruku sendiri aku bully."
"Patik tidak minta Tuan Muda untuk menghormati mereka. Patik minta Tuan Muda hati-hati karena mereka bukan tokoh sembarangan."