Buncitnya Jenazah Kakakku
ucapku menguatkan diri agar tidak mewek.
Ini pertama kalinya aku keluar kota. Sedari kecil, aku selalu di samping Ibu, bermanja-manja dengannya. Namun, sekarang aku harus bekerja menjadi ART.
Apakah aku bisa? Nilfan yang selalu malas bekerja di rumahnya, apakah dia akan mampu bekerja sebagai ART? Nilfan yang selalu semaunya, apakah dia bisa diperintah ini itu.
Aku mengembuskan napas kasar, membayangkan serumit apa nanti pekerjaan yang harus ditempuh.