Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Buncitnya Jenazah Kakakku

Buncitnya Jenazah Kakakku

ucapku menguatkan diri agar tidak mewek. Ini pertama kalinya aku keluar kota. Sedari kecil, aku selalu di samping Ibu, bermanja-manja dengannya. Namun, sekarang aku harus bekerja menjadi ART. Apakah aku bisa? Nilfan yang selalu malas bekerja di rumahnya, apakah dia akan mampu bekerja sebagai ART? Nilfan yang selalu semaunya, apakah dia bisa diperintah ini itu. Aku mengembuskan napas kasar, membayangkan serumit apa nanti pekerjaan yang harus ditempuh.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Pengawal Setia Eve ternyata Billionare

Pengawal Setia Eve ternyata Billionare

Gumamnya merasa terharu. “Joanna… kamu saat ini tengah kuliah atau bekerja?” tanya Arsenio penasaran. “Kuliahnya sudah selesai, Om. Saat ini tengah bekerja di sebuah perusahaan bagian head manager.” Jawab Joanna dengan lemah lembut. “Apan ama perusahaan itu?” tanya Arsenio memastikan. “PT. Star Multipro Digital, Om.” Jawab Joanna dengan santai dan tidak lupa senyuman terus ia sunggingkan.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Masak Daging Misterius

Masak Daging Misterius

balas Danu dari sana. *** Sekitar 10 orang ART sudah mulai membereskan barang-barang mereka. Haryadi tidak mau tahu, mereka diberi waktu selama 1 jam dan semua harus pulang kampung bahkan tanpa bayaran pesangon. Raut sedih, kecewa, marah, dan kehilangan tampak di wajah mereka. Hal tersebut paling dirasakan berkali-kali lipat oleh Halimah, seorang ART yang paling dekat dengan Mama Ami. Wanita paruh baya itu bertugas mengontrol kinerja para ART lainnya. Selain itu, ia juga diberi tugas apapun di luar pekerjaan rumah tangga.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Besar Kema(l)uan dari Kemampuan

Besar Kema(l)uan dari Kemampuan

canda salah satu tetanggaku. Aku terkekeh dan mengiakan. “Artis, nih, Pak. Masa saya enggak boleh sombong?” “Artis apanya? Wong kerjaan Bapak tiap tampil di tivi cuma jadi asistennya tokoh utama, kok!” Aku terkekeh sekali lagi tapi tidak membela diri. Memang seperti itulah kenyataannya. “Tapi kudengar Bapak sekarang sudah kerja di kota, ya? Jadi pelatih di tempat fitnes?”
1022.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 522 kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Dia mengedarkan pandangan, entah apa yang sedang dicarinya. "Sudah selesai, Sa. Lagian ngapain kamu pengen lihat tarian kayak gitu nggak ada yang menarik sama sekali." Ajeng terlihat kesal. "Tante lupa kalau Esa itu penyuka seni. Bukankah sebelum bekerja dengan Papa, Esa adalah seorang pelukis. Jadi, seni apa pun akan sangat menarik bagi Esa."
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelunas Hutang Ibuku

Menjadi Pelunas Hutang Ibuku

Buru-buru Kayla tersenyum, “Nggak kok, siapa yang panik? Aku memang bekerja tidak jauh dari sini sebagai art di rumah nyonya Tamara.” “Kamu bekerja jadi art? Serius?” seketika saja kedua mata Serlin membola sempurna, “Kayla, ya ampun kamu ini kan cantik, kenapa gak jadi model aja sih?” “Memangnya jadi art kenapa ada yang salah?” Serlin menggeleng, “Nggak juga sih, hanya saja sayang aja gitu loh punya muka cantik tapi gak di manfaatin. Lagian setahuku itu art biasanya adalah para ibu-ibu.”
717 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

sahut Dominic dengan intonasi yang merendah namun bergetar kuat. ​"Apa? Pekerjaan apa yang sedang kau lakukan dengan duduk santai di sofaku?!" "Menjagamu. Melindungimu. Itu adalah pekerjaan utamaku saat ini." Jawaban itu keluar dengan begitu lugas dan penuh keyakinan, seketika membuat Nadine kehilangan kata-kata selama beberapa detik.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Otak mungilku ini mendadak lemot, berusaha keras mencerna arah pembicaraan Paman Karyo. "Paman sudah mikirin ini matang-matang dari kemarin. Paman mau kamu yang jadi ART di rumah ini." Aku seketika melongo. “Heh? S-saya? Jadi ART?” "Iya! Daripada kamu capek-capek jadi OB di kantor dengan gaji pas-pasan, mendingan kamu kerja di sini. Kamu jagain tante dan sepupumu kalau Paman lagi dinas luar. Paman bakal kasih gaji dua kali lipat—ah, nggak, tiga kali lipat dari gajimu di kantor. Gimana?"
9.7235.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Ucap Rajasa lalu bersiap meninggalkan Bu Meery "Oh iya Mah, Rajasa hampir lupa bilang" "Ada Apa sayang?" "Tolong cari dua ART lagi, satu untuk menggantikan Murni dan satu khusus untuk mengurus keperluan Alexa" "Iyaa,, mamah sudah berusaha menghubungi yayasan penyalur tapi belum ada orangnya" "Mamah juga jangan terlalu galak sama ART, Ingat bukan cuma ART yang butuh kerja sama kita, kita juga butuh tenaga mereka untuk membersihkan rumah ini, kita repot sendiri kalau tidak ada mereka loh Ma"
8.545.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

tuturku Ninik mengernyit, “ART?” dia menatap Darto bingung “Ya ART yang akan membantu pekerjaanmu dirumah, lagian biar kamu nggak sendirian, aku jadi khawatir kalau kamu sendirian,” terang Darto Ninik kini faham apa yang dimaksud suaminya, dan tidak banyak tanya lagi “Hayuk...” sambut Ninik Mereka sudah sampai di warung Mbok Nah
9.882.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai main job artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status