Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Marga Kuromori

Marga Kuromori

“Aku setuju dengan Pak Rogiku.” Para hadirin terkejut dengan pernyataan wanita yang masih asing dalam kehidupan mereka walau Nyonya Muda Kuromori tersemat pada Mirae. “Mirae, apa maksudmu?” Yosihara begitu keheranan dengan istrinya ini. Apalagi yang Mirae sembunyikan dari Yosihara. “Yosihara, aku tidak percaya dengan Tuan Ozuru.” “Kenapa Mirae? Dia tetua marga Makigara.” Tuan Ikada angkat bicara.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
Tabib Jenius

Tabib Jenius

Kabut tipis menggulung pelan di lereng Gunung Bahal Batu, menari di antara pohon-pohon damar tinggi dan batu-batu purba yang diselimuti lumut. Di sebuah bangunan tua beratap ijuk, berdiri seorang pemuda berbaju abu-abu bersih, dengan mata jernih bagaikan danau tenang dan senyum lembut di wajahnya. Dialah Ardin Siregar, murid utama dari tabib legendaris yang dikenal dengan nama Guru Sakti dari Langit Selatan.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Minumlah, hanya ini yang kami punya, mungkin tak semahal kopi yang biasa kamu minum, tapi yakinlah kopi ini mampu mengembalikan kewarasanmu yang hampir menghilang, walaupun hanya sedikit.” Jelita yang merasa tak enak hati dengan ucapan Hayu pun segera menyeruput kopi yang masih mengepulkan asap. Dia juga mengambil satu kue yang sangat dia sukai. Kue dengan warna hijau dan taburan kelapa di atasnya mengingatkannya pada maminya. “Hem, enak, Hayu. Kue ini mengingatkan aku kembali pada kenangan di mana mami sering menemaniku setiap sore.”
105.2K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

Merasa iba dengan nasib seusianya. "Argh!" Kadet merasakan nyeri dan panas di sekitar tubuh. "Aku harus apa?" tanya Bara kepada makhluk di hadapannya. Belum pernah mengalami hal seperti ini. Air terjun terus mengalir. Mereka saling kejar mengejar hingga terjatuh di tempat paling akhir. Air terjun Santang. Santang adalah nama sebuah bangsa setengah manusia dan hewan.
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 540 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
BATARI

BATARI

Akhirnya Pada pelepasan ketiga yang melelahkan, “AARGHHH BATARI, ahh ini luar biasa hah hah..” Victor mengerang panjang, sebuah suara rendah yang sarat akan kepuasan primitif sebelum ia luruh dan mendekap tubuh Batari dengan tenaga yang seolah ingin menyatukan tulang-tulang mereka. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Batari, menghirup aroma mawar yang bercampur dengan keringat mereka, seolah-olah itu adalah satu-satunya oksigen yang tersisa di bumi.
10578 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

Balasan dari Raga. Raga Maafin gue, ya. Gita berteriak histeris, membuat Amora mau tak mau menutup telinganya. "Fix, ini, sih, Raga abis dapet hidayah beserta teguran dan azab-azabnya." Amora memutar bola mata malas. Ia menatap pesan Raga sekali lagi. "Apa bener ini Raga? Atau jangan-jangan Bayu?"
109.2K viewsOngoingAdded to Library 311 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
TARO

TARO

Apa yang ada di otak dia saat mengatakan hal tadi, sih? “Aku tidak minta jantung Lana. Aku hanya memintamu untuk membantuku mengatur makanan dan obatku.” Heh, anak ini tidak sadar ya jika ia sudah terlalu tua Bangka untuk meminta seseorang hanya untuk mengatur makanan dan obatnya? “Kamu tidak tahu betapa berantakannya jadwal makanku, Lana. Juga minum obat, kamu harus tahu kalau aku tidak bisa menelan obat. Semua obat harus digerus menjadi bubuk puyer. Aku nggak yakin kalau aku bisa melakukan semuanya sendiri.”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

tanya Rara. "Berkenalan dengan hijab." Rara nampak berfikir, "Bagaimana caranya?" Nana memberikan sehelai hijab pashmina polos kepada Rara, "Dekati dia, insyaAllah dia akan mendekatimu." Rara terdiam, dia bergelut dengan pikirannya. Jika Rara menatap Nana, ia jadi teringat dengan sosok umi. Nana menggenggam kedua telapak tangan Rara, "Disimpan saja, siapa tahu suatu saat kamu membutuhkannya."
102.6K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as majutsushi orphen hagure tabi
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status