Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tabib Jenius

Tabib Jenius

Kabut tipis menggulung pelan di lereng Gunung Bahal Batu, menari di antara pohon-pohon damar tinggi dan batu-batu purba yang diselimuti lumut. Di sebuah bangunan tua beratap ijuk, berdiri seorang pemuda berbaju abu-abu bersih, dengan mata jernih bagaikan danau tenang dan senyum lembut di wajahnya. Dialah Ardin Siregar, murid utama dari tabib legendaris yang dikenal dengan nama Guru Sakti dari Langit Selatan.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Merasa iba dengan nasib seusianya. "Argh!" Kadet merasakan nyeri dan panas di sekitar tubuh. "Aku harus apa?" tanya Bara kepada makhluk di hadapannya. Belum pernah mengalami hal seperti ini. Air terjun terus mengalir. Mereka saling kejar mengejar hingga terjatuh di tempat paling akhir. Air terjun Santang. Santang adalah nama sebuah bangsa setengah manusia dan hewan.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

“Aku setuju dengan Pak Rogiku.” Para hadirin terkejut dengan pernyataan wanita yang masih asing dalam kehidupan mereka walau Nyonya Muda Kuromori tersemat pada Mirae. “Mirae, apa maksudmu?” Yosihara begitu keheranan dengan istrinya ini. Apalagi yang Mirae sembunyikan dari Yosihara. “Yosihara, aku tidak percaya dengan Tuan Ozuru.” “Kenapa Mirae? Dia tetua marga Makigara.” Tuan Ikada angkat bicara.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

“Minumlah, hanya ini yang kami punya, mungkin tak semahal kopi yang biasa kamu minum, tapi yakinlah kopi ini mampu mengembalikan kewarasanmu yang hampir menghilang, walaupun hanya sedikit.” Jelita yang merasa tak enak hati dengan ucapan Hayu pun segera menyeruput kopi yang masih mengepulkan asap. Dia juga mengambil satu kue yang sangat dia sukai. Kue dengan warna hijau dan taburan kelapa di atasnya mengingatkannya pada maminya. “Hem, enak, Hayu. Kue ini mengingatkan aku kembali pada kenangan di mana mami sering menemaniku setiap sore.”
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Akhirnya Pada pelepasan ketiga yang melelahkan, “AARGHHH BATARI, ahh ini luar biasa hah hah..” Victor mengerang panjang, sebuah suara rendah yang sarat akan kepuasan primitif sebelum ia luruh dan mendekap tubuh Batari dengan tenaga yang seolah ingin menyatukan tulang-tulang mereka. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Batari, menghirup aroma mawar yang bercampur dengan keringat mereka, seolah-olah itu adalah satu-satunya oksigen yang tersisa di bumi.
10431 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

Balasan dari Raga. Raga Maafin gue, ya. Gita berteriak histeris, membuat Amora mau tak mau menutup telinganya. "Fix, ini, sih, Raga abis dapet hidayah beserta teguran dan azab-azabnya." Amora memutar bola mata malas. Ia menatap pesan Raga sekali lagi. "Apa bener ini Raga? Atau jangan-jangan Bayu?"
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka
TARO

TARO

Astaghfirullah. “Ini,” satu gelas taro mendarat di meja batu yang ada di depanku. Aksa kembali duduk di sebelahku dan menyeruput minumannya kembali. Ia terlihat begitu menikmati setiap tetes minuman taro yang membasahi tenggorokkannya. “Aku bahkan tidak tahu kalau permasalahanmu bahkan lebih kompleks dari sekedar mantan pacarmu yang ingin balik lagi menjalin hubungan denganmu.” Perkataannya sukses membuatku was-was.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

tanya Rara. "Berkenalan dengan hijab." Rara nampak berfikir, "Bagaimana caranya?" Nana memberikan sehelai hijab pashmina polos kepada Rara, "Dekati dia, insyaAllah dia akan mendekatimu." Rara terdiam, dia bergelut dengan pikirannya. Jika Rara menatap Nana, ia jadi teringat dengan sosok umi. Nana menggenggam kedua telapak tangan Rara, "Disimpan saja, siapa tahu suatu saat kamu membutuhkannya."
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai majutsushi orphen hagure tabi
Baca
+Pustaka

Pertanyaan yang Sering Diajukan

It's tricky because 'Majutsushi Orphen Hagure Tabi' is actually the second manga adaptation, picking up after the original series' conclusion. This one follows Orphen's continued journey as a sorcerer, now stripped of his former identity and purpose, just wandering. The initial plot involves him getting roped into helping a young girl, Lycoris, who's connected to a powerful magical artifact everyone seems to be after.

Compared to the early 'Majutsushi Orphen' manga, which adapted the light novels' start, 'Hagure Tabi' feels more episodic and world-focused. It's less about the overarching Bloody August arc and more about Orphen confronting the weird, often dark consequences of magic in this world. You see more of the continent's lore, meet new factions, and get a sense of what a sorcerer's life is like when the big personal quest is over. It's a different vibe, slower and more contemplative in parts, though still with those sudden bursts of wild magic combat and Orphen's signature grumpy sarcasm. I miss the tighter plot of the original sometimes, but watching him just be a drifter solving magical problems has its own charm.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status