PELAN PELAN SAYANG
ucap Rain pelan, napasnya teratur tapi sorot matanya penuh kewaspadaan.
“Garasi, dapur, ruang laundry, dapur bersih, ruang makan satu dan dua, ruang TV, tamu, tengah... clear. Tinggal kamar pembantu dan kamar tamu,” ucap Rain lagi, suaranya lebih berat, seolah bagian itu selalu membuat dadanya menegang setiap kali ia memeriksanya.
Hot Chapters