I'm Sorry Laras
“Sekarang aku tanya, apakah kau punya bukti? Atau ini cuma karanganmu saja?”
Laras terdiam, tangannya mengepal erat di samping tubuhnya. Ia tak bisa menjawab—ia memang tidak punya bukti nyata yang bisa ia tunjukkan. Semua yang ia miliki hanyalah kebenaran yang ia saksikan sendiri, tapi tanpa saksi atau barang bukti, kata-katanya hanya akan dianggap angin lalu. Ratna melangkah lebih dekat, senyumnya semakin lebar, penuh kepuasan yang dingin. “Kenapa kau diam? Kau tidak punya bukti, kan?” lanjutnya, suaranya penuh kemenangan. “Lagi pula, untuk apa mencarinya? Anak itu sudah tidak ada hubungannya dengan keluarga kita. Bukankah lebih baik dia hilang selamanya? Bukankah itu yang kau harapkan, Lar
Bab Populer