Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Married with a Strange Man

Married with a Strange Man

"Tidak, aku belum siap Darren, semua perlu proses, aku-" Dengan gerakan kilat lelaki itu menarik rambut Diana, membuat gadis itu langsung menengadah, ia mengaduh kesakitan. Menurut Diana ini adalah KDRT pertama. Bagus, hidupnya akan semakin sengsara. "Akh... Apa yang kamu lakukan ?! Bukannya kau tidak mau menyentuhku ?" "Aku hanya memegang rambutmu!" "Akhh...memegang ? Kau menariknya!" teriak gadis itu semakin menjadi. "Aku hanya-" "Tetap saja kau menyentuhku!" "Pokoknya aku tidak mau tahu, mulai besok kamu harus menutup rambutmu, kalau tidak aku sendiri yang akan mencukurnya sampai botak!" Dengan segera Diana pergi meninggalkan kamar itu. GILA, batinnya. Darren benar benar otoriter. Diusapnya rambut hitam legam dengan lembut. Ia tidak rela jika dirinya botak. Mau ditaruh di mana wajah cantiknya ini ? Entah keberuntungan atau kesialan, yang jelas Diana begitu terkejut dengan kehidupannya yang berubah seratus delapan puluh derajat. Sekarang ia sadar, kehidupan ini tak lagi miliknya.
879 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as maling teriak maling
Read
+Library
May I Go ? (Indonesia)

May I Go ? (Indonesia)

Hansaehi
1. Meski rindu ini terus datang menyapa, aku masih berharap untuk bisa melepaskan rindu ini. Denganmu aku tahu, bahwa bahagia ternyata sesederhana ini Ah.. menghirup harum petrikor di tengah Musim hujan yang sejuk ini mengembalikanku akan kenangan tiga tahun lalu. Sudah selama itu tapi rasanya masih melekat dalam benakku. Gadis manis dengan surai coklat dan mata hazelnya menghantui pikiranku. Entah magic apa yang ia lakukan padaku aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Tak tau berapa lama aku duduk di cafe Moidef, disebelah meja yang di atasnya terdapat 3 cangkir kosong yang tadinya berisi kopi pagi ini, kalau ada dia pasti dia akan memarahiku. Aku tersenyum mengingat itu. Tak ingin terlarut dalam angan, aku segera melihat jam di tangan ku yang telah menunjukkan angka tiga . Ah... jam tiga di musim hujan. Jam tiga. Aku dan dia. Di tengah sejuknya udara sehabis hujan turun. Tak ayal ingatanku kembali pada kilas masa lalu. Surabaya, 15 desember 2017 "Ayo tambahin kecepatannya dong...!" Teriak nya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as maling teriak maling
Read
+Library
Akibat Numpang di Rumah Mertua

Akibat Numpang di Rumah Mertua

Nuniek KR
"Sudah untung kukasih numpang gratis di rumahku, udah seharusnya duit listrik, PAM, sama belanja kebutuhan rumah kamu yang bayar!" Teriak Halimah. Rianti mengangguk lesu, dia terpaksa mengiyakan kemauan sang mertua. Hidup sebagai menantu yang tak diinginkan, membuat Rianti diperlakukan semena-mena. Menjadi tulang punggung keluarga karena Toni sang suami yang mantan napi, hanya tahu mabuk-mabukan dan main judi. Halimah sang mertua, mata duitan dan pelit. Sementara Tina sang adik ipar, gadis manja yang hedon dan genit serta suka mengadu domba. "Hamil? Singkirkan janin itu! Aku enggak mau punya anak!" "Ckk ckk, paling juga keguguran.. emaknya kurus kering begitu." "Haha, kakakku enggak mau nyentuh kamu Rianti. Apa bener itu anak kakakku, hah?!" Kepedihan Rianti makin menjadi, kesabarannya diuji hingga ke puncaknya. Rianti pun memutuskan untuk mengubah nasibnya, dia harus membungkam mulut suami dan keluarganya dengan kesuksesan! Rencana balas dendam Rianti tak berujung, dia ingin tunjukkan bahwa Toni dan keluarganya telah berurusan dengan orang yang salah!
1.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as maling teriak maling
Read
+Library
Suami Pengangguranku Izin Poligami

Suami Pengangguranku Izin Poligami

Abel adalah seorang istri yang sangat tabah. Sejak dia menikah, dia tidak pernah di nafkahi oleh suaminya. Beban hidupnya makin bertambah saat ia kedatangan ibu mertua dan adik iparnya yang ikut menumpang di rumahnya. Suatu siang saat dia memutuskan untuk pulang kerja lebih awal, dia ternyata memergoki suaminya sedang bercinta dengan wanita lain. Mirisnya perbuatan bejat suaminya di dukung oleh ibu mertua dan adik iparnya. "Siapa wanita ini, Mas? Kenapa kamu tega berselingkuh dengannya padahal keadaanku sedang hamil?" Abel bertanya dengan penuh kemarahan. Airmatanya tak mau berhenti menetes. "Ini Dita, calon madumu. Tolong terima kehadirannya, Mas janji akan adil pada kalian berdua!" jawab Putra, suami Abel. "Keadilan seperti apa yang Mas tawarkan sedangkan untuk makanmu dan keluargamu saja aku yang menanggung?" teriak Abel mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya. "Selama kamu melahirkan tidak ada yang mencari nafkah. Dita kaya raya, kita dan bayi kita tidak akan sampai kelaparan selama ada dia!" jawab enteng Putra tanpa rasa malu.
11.6K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as maling teriak maling
Read
+Library
Gembel Elit

Gembel Elit

Mas pur
Lucky adalah seorang anak laki-laki yang sudah beberapa tahun ini di tinggal kedua orang tuanya, untuk menetap di Singapura. Dan ia sendiri ditemani dengan paman Didit dan bibi Reni. Rumah paman didit terletak di pinggiran kota Trianggel Estate, dimana tindak kriminal dan kejahatan sudah menjadi makanan atau tontonan di sekitar rumah paman Didit. Seandai nya bisa memilih, sudah barang tentu Lucky memilih tinggal bersama kedua orangtua dan kakak Kandung nya.Tapi apa boleh di kata Lucky tidak berhak memilih dan mau tidak mau harus tinggal bersama paman dan bibi nya.barang kali ayah Lucky memiliki alasan tertentu yang sulit di jelaskan hingga waktu nya nanti tiba. pikir ku berlagak sok dewasa.Hari minggu ini aku tidak memiliki kegiatan yang begitu padat, karena memang itu adalah hari libur sekolah, "Ky, Lucky," teriak bibi memanggil nama ku, " iya bi, ada apa," aku pun mendekat ke arah sumber suara."Paman mu sedang sakit, coba tolong antarkan ke tempat dokter terdekat untuk berobat". Aku pun bergegas bersiap mengantarkan paman ke tempat dokter terdekat.
9.94.6K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as maling teriak maling
Read
+Library
Sang Pendekar

Sang Pendekar

"Aku sudah tegaskan, kalau aku tidak tahu apa-apa mengenai pendekar yang kalian cari," teriak petani itu tampak berani dan tidak merasa gentar meskipun dahi dan pergelangan tangan kanannya sudah terluka oleh sabetan pedang dari salah seorang prajurit yang sedang mengeroyoknya itu."Jangan bohong kamu!" kata prajurit yang bertubuh besar tinggi, sambil meletakkan ujung pedang di leher petani tersebut."Aku tidak tahu, Punggawa," jawab petani itu berusaha mengatakan hal yang sebenarnya. Sejatinya, ia memang tidak mengetahui tentang kemunculan pendekar bertopeng itu.Kemudian, prajurit tersebut menendang keras dagu pria setengah baya itu, dengan begitu beringasnya dan mehujaminya dengan rentetan pukulan keras mengenai perut dan wajah pria setengah baya itu.Ketika prajurit lainnya hendak menebas leher petani tersebut. Tiba-tiba sebongkah batu berukuran besar melesat cepat dari arah tak terduga menghantam tubuh prajurit tersebut, sehingga membuatnya terpental dan sekarat seketika dengan bersimbah darah dari mulut dan hidungnya. Tampak seperti ayam baru disembelih, tubuhnya terlentang di hadapan rekan-rekannya.****
9.9166.0K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as maling teriak maling
Show Reviews (150)
Read
+Library
CahyaGumilar79
Buat kakak2 Reader hari ini aku baru up dua bab dan nanti sore satu bab lagi yah. Jangan lupa saweran Gemnya biar penulis semangat dalam berkarya dan juga para reader pun sehat selalu.... doa dan dukungan sangat aku harapkan. Dukung terus cerita ini hingga berada di puncak Rank Salam Pendekar_Lover
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Jodoh Titipan Mendiang Suamiku

Jodoh Titipan Mendiang Suamiku

"Ayo kita menikah," ucap seorang lelaki berparas tampan dengan suara yang sangat lantang di sebuah area pemakaman yang sepi. "APA?!" teriak seorang wanita yang sedang terduduk di samping batu nisan, wanita itu terkejut akan suara yang berasal dari arah sampingnya. "Ayo kita menikah, Khania!" lelaki itu mengulang kembali perkataannya kepada wanita itu. "Anda jangan bercanda ya! Suami saya baru saja meninggal, kuburannya saja masih basah dan belum kering! Anda meminta saya untuk menikah?! Anda sudah gila!" sahut wanita yang dipanggil Khania itu. Dia masih setia duduk di samping makam suaminya. "Saya tidak bercanda Khania! Karena itu adalah permintaan terakhir dari suamimu sebelum dia meninggal. Dia telah berpesan kepada saya untuk menjagamu dan juga melindungimu dengan cara menikahimu!" jawab lelaki itu yang sukses membuat Khania syok dan terkejut. Akankah Khania menerima lamaran lelaki itu? Dan apakah Khania bersedia memenuhi permintaan terakhir dari suaminya, seandainya yang dibicarakan lelaki itu benar adanya! Atau Khania akan menolaknya? Penasaran? Kuy ikuti kelanjutan ceritanya di *Jodoh Titipan Mendiang suamiku* °Happy reading semua°
108.1K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as maling teriak maling
Read
+Library
The Playboy

The Playboy

Park Jun Hye
"Aku hamil.”kata Farah. “Kau hamil?.”Kata Micko dingin. Micko yang mendengarnya seakan sudah bosan apa yang baru saja ia dengar. Bahkan di benaknya ia ingin sekali mengugurkan anak yang ada didalam perut Farah. “Awas saja kalau kau tak mau bertanggung jawab!!.”teriak Farah yang semakin memanas. Di saat yang bersamaan, sesosok wanita cantik muncul di belakang Micko. Micko kaget waktu ia melihat Danita, “Hai, Micko.”kata Danita. Farah yang melihat hal tersebut merasa sangat tak berdaya, di dalam hatinya dasar laki-laki brengsek!!!!!! Ia pun menyiram MIcko dengan air es dingin ke muka Micko dan, “Siapa dia?!.”katanya. Micko tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa mendapatkan rasa malu dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Namun, ketika ia melihat bahwa Farah membuang minumannya ia tetap tak bergeming. Waduuhhh……Apa yang terjadi yaa?? Menurut kalian bisakah kehidupan lama menghancurkan hidup seseorang sehingga tak memiliki perasaan? Kalau kalian sependapat yuukk saksiin kisahnya Micko….
106.6K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as maling teriak maling
Read
+Library
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

Tadi hujan
Suasana meledak, semua orang maju. Aku segera bergerak cepat ke arah Salma yang langsung melayangkan kakinya ke selangkangan dua pria yang mengapitnya. Aku meraih tangan Salma. Sesuai arahku Ferdi dan tiga temannya mengikutiku. "Fer, bawa!" Aku melepas lengan Salma. Ferdi bergegas menariknya menjauhiku. "Keluar!" tegasku sambil menunjuk arah belakang yang memang kosong. "Nggak, Arka!" teriak Salma, terus menjulurkan tangan. Aku tersenyum. Salma perlahan hilang. Syukurlah mereka berhasil kabur. Hampir lima belas menit, aku masih bertahan. Banyak dari mereka yang langsung tumbang setelah kuhajar. Tapi beberapa serangan berhasil membuat sekujur badanku babak belur. Kini penglihatanku sudah mulai runyam. Aku segera meraih balok kayu yang tergeletak tak jauh, lalu menodongkannya ke segala arah. Tanpa terduga, ada yang menyerangku dari belakang, kepalaku terasa dihantam keras dengan benda tumpul. Kakiku tak kuat lagi menopang, tak lama tubuhku telah terjengkang. Pandanganku menggelap. Sayup-sayup, aku mendengar bunyi yang tak asing. Namun, seketika hening. (Maaf, ya, jika ada narasi maupun dialog yang memakai Bahasa Sunda. Kalau mau tahu artinya ke Mbah Google aja, ya, biar sambil belajar plus ada kerjaan. Ehehehe. Salam damai dari Author) Ikuti aku di cuiter dan kilogram @tadi_hujan, agar kita bisa saling kenal.
107.3K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as maling teriak maling
Read
+Library
My Boss Is My Obsessed

My Boss Is My Obsessed

Queen Natha
“Apa!!!” Deva setengah teriak setelah mendengarkan apa yang dikatakan wanita di depannya yang selalu dipanggil Boss oleh orang-orang di kantornya. Wanita yang duduk santai sambil menatap wajah Deva yang pucat pasi setelah mendengarkan apa yang dikatakannya tanpa wajah bersalah yang bernama Adelia Cantara Hermawan, nama itu terpampang jelas di papan nama di meja kerja wanita itu “Apa kau tuli?” tanya wanita itu. Deva terbelalak, sikapnya langsung salah tingkah di depan wanita itu, dia tidak percaya hari ini dia di lamar oleh bosnya sendiri. “Anda bercandakan,” kata Deva mencoba tertawa dan berharap ini hanya prank belaka, tapi wajah dingin bosnya membuat senyum di bibir Deva langsung hilang begitu saja. “Kau sudah berapa lama bekerja denganku, apakah aku tipe orang yang mempunyai waktu untuk bercanda?” jawab Adelia. Deva berdiri lalu berkacak pinggang, “Ini bukanlah hal yang dapat anda putuskan sendiri, bagaimana anda bisa memanggil saya lalu meminta saya untuk menikah dengan anda, bagi saya menikah harus dengan orang yang kita cintai,” kata Deva panjang lebar. Adelia menyenderkan badannya di kursi sambil melipat tangannya, “Kau kira aku benar-benar ingin menikahimu?” kata Adelia lagi sambil membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah map hijau ke atas mejanya.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as maling teriak maling
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status