Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perbaiki Hidup Mama!

Perbaiki Hidup Mama!

“Ini hanya dugaanku saja, tapi Mama hanya dibenci karena pacaran dengan Randi saja, kan? Mama tidak pernah melakukan hal aneh yang membuat banyak orang tidak menyukainya dari awal. Benar kan, ya?” Sepanjang hari Liza tidak melihat adanya perubahan pada Randi. Mungkin anak itu dari awal tidak menyukai dirinya-Mama, mungkin saja dia terlalu bosan dengan banyaknya perempuan-perempuan lebay yang terlalu memujanya, membuat dia mau mau saja menerima pengakuan Mama. Ahaha tidak mungkin dong. Ini kan bukan alur cerita di drama TV?
103.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as mama sia
Read
+Library
Suami Anak Mami

Suami Anak Mami

Mas Reihan sampai sendawa berkali-kali saking kekenyangan dengan nikmat. Selesai Mas Reihan sarapan, kami pun berangkat. Ada drama kecil dari Raisa yang membuat ibu kembali marah-marah. Raisa tiba-tiba merengek ingin ikut. Tidak mau ditinggal dengan Bi Irah seperti kemarin. "Mama mau bantuin papa beres-beres, sayang! Nanti kamu bosan disana, ingin pulang! Disana tidak ada TV, tidak ada mainan...."
3.0K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as mama sia
Read
+Library
Sugar Mommy Amatiran

Sugar Mommy Amatiran

“Aju itu singkatan dari Ajumma.” Untung saja kali ini Ray percaya begitu saja. Setidaknya, kali ini Aiden lolos dari bahaya identitas sang Mommy akan terbongkar. Biar bagaimana, dia harus menjaga hal itu agar tidak menyebar luas dan merugikan nama baik mereka berdua. *** “Ah, sialan.” Aju memaki, sembari menggosok hidungnya yang gatal dan baru saja membuatnya bersin. “Oh, maaf. Apa kau merasa kedinginan?” Salah seorang kru bertanya dengan sopan. “Pak Damian tadi meminta untuk suhunya diturunkan karena dia kepanasan.”
106.7K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as mama sia
Read
+Library
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

SAH! Luruh sudah air mataku mendengarnya. Kelegaan yang luar biasa kurasakan saat ini. Aku menghambur ke pelukan mama. Wanita itu memberikan ciuman bertubi-tubi di wajahku. Setelah itu kami berpelukan erat. Ya, sangat erat. "Bundaaaa !"
9.6289.4K viewsCompletedAdded to Library 10.4K Times as mama sia
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Wajah mungil itu banyak berubah setelah waktu berlalu begitu lama. "Sayang ... ini Mama. Apa Gala tidak ingin memeluk Mama?" ucap Arista kedua kali sembari tetap melangkah maju. Gala mulai mengingat pesan sang papa dan juga nenek. Pesan untuk menghormati setiap orang yang lebih tua, apalagi wanita di depannya mengaku sebagai mama. Meskipun tahu bahwa hari ini adalah waktunya kedatangan sang mama, tetapi hati tidak bisa berbohong jika masih memerlukan adaptasi. Dengan ragu, langkah kecilnya mulai mendekat pada wanita yang memanggil dirinya Mama. Jauh di dalam hati ada setitik kerinduan tentang sosoknya.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 259 Times as mama sia
Read
+Library
Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

“Kalau suatu hari nanti aku dan papamu tidak tinggal bersama lagi, kamu ingin tinggal dengan siapa?” Matanya langsung berkaca-kaca. Aku menariknya ke dalam pelukan. “Maafkan Mama, Sayang. Seharusnya Mama tidak bertanya seperti itu. Sekarang pergi cuci tanganmu, Mama akan buat makan malam.” Aku membuat pasta tomat, bakso, jamur, dan roti. Rian duduk di meja sambil menatap piringnya. “Ma, apa Mama sudah tahu?”
11.3K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as mama sia
Read
+Library
Nikahi Mamaku, Om!

Nikahi Mamaku, Om!

“Syukurlah. Mama pikir kamu tidak ada di sini.” Meski ekspresinya masih bingung, anak itu tetap membalas pelukan sang mama. Sambil memberikan tepukan kecil, ia berkata, “Aku tidak kemana-mana, Ma.” Wilona mengangguk-angguk. Lega sekali rasanya mendapati Arjuna baik-baik saja. Sementara di sisi meja yang lain, Arshaka yang kebetulan juga tengah sarapan hanya menatap dengan ekspresi tidak banyak berubah.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as mama sia
Read
+Library
Jangan Pilih Aku

Jangan Pilih Aku

Mata Alia berbinar, jantungnya berdebar kencang karena bahagia dan terharu “Baik, ma. Alia janji.” “Dia mungkin tidak akan mengingatmu. Apa kamu tidak masalah?” tanya mama dengan nada meyakinkan. “Asal mas Saka pulang. Alia rela, ma. Yang Alia butuhkan sekarang adalah mas Saka baik-baik saja.” Mama mengangguk paham, dia menatap ponselnya “Ganti bajumu. Kita akan bersiap ke kamar Saka.” “Baik, ma.”
1.3K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as mama sia
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status