Tergoda Pesona Ibu Mertua
Hanya beberapa menit saja, karena aku tidak sabar ingin kembali menemui Mama Siska.
Saat aku kembali masuk kamar Mama Siska, ternyata dia sedang duduk di depan meja rias, menyisir rambutnya yang basah, mengenakan daster tipis yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Aku merasa jantungku berdebar—dia jauh lebih memikat daripada Tiara, lebih alami, lebih… sempurna.
Aku mendekat, memeluknya dari belakang, hidungku mencium wangi rambutnya.