SELIR HATI
Tapi kali ini, ada sesuatu di tatapan itu seolah hangat, tapi juga berat.
Begitu pintu tertutup, Sari masuk pelan. “Baginda sudah pergi?”
“Sudah, Sari.”
“Wajah Anda kelihatan tenang, tapi mata Anda nggak.”
Gita tersenyum. “Mungkin karena hatiku belum tahu harus percaya atau berhenti berharap.”
Sari menunduk, lalu berkata pelan, “Kalau saya boleh jujur, Nyonya... kadang berharap justru yang bikin kita kuat.”
Hot Chapters