Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pedalaman Gumantra

Pedalaman Gumantra

bisik sang ibu lagi yang kini entah kenapa sosoknya mulai terlihat memudar di pandangan Mahesa. "Ma..." ujar Mahesa mencoba meraba tubuh sang ibu yang makin lama tampak semakin memudar. "Mama tidak bisa lama. Lekaslah seberangi sungai itu sebelum mereka menemukanmu," bisik sang ibu lagi. "Mama sayang kamu, Sa," sambungnya sedetik sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Mahesa.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Wanita itu adalah Kemala, seorang perawat home care yang selama ini merawat Santi, mama Sangga. “Mama di mana?” tanya Sangga tanpa basa-basi. “Ibu sedang nonton TV, Mas!” jawab Kelama dengan santun dan senyum yang mengembang indah. “Terima kasih.” Sangga segera mengayunkan kakinya melangkah menuju tempat sang mama berada. “Mas Sangga mau dibikinin minum apa? Kopi?” Kemala terlihat tidak ikhlas karena interaksi dengan Sangga terasa begitu cepat, sehingga dia mencoba untuk menawarkan sesuatu untuk mengulur waktu.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

ocehan anak-anak begitu polos menatap wajah sang mama. "Mama tidak menangis terus kok, ini cuman kelilipan saja!" Sekar merasa wajahnya yang basah dengan air mata. "Nggak nangis, kok bercucuran air mata. Mama bohong ya! Shasa juga kangen sama Papa, papa sekarang sedang apa ya Mah?" Shasa menatap kosong teringat papa San.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

"Mama, ayo kita pulang, Mama?" Langit menarik pergelangan tanganku. "Kita pulang Mama … Usah risau, ada Mas Langit yang menemani Mama. Mas Langit akan selalu ada untuk Mama. Mana yang sakit Mama, mana yang sakit? Sini, biar Mas Langit obati?" Dengan air mata meleleh di wajah yang mulai berubah menjadi merah darah, Langit memperhatikan bekas tamparan Mamak di kedua pipiku. "Memar Mama, berdarah."
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Ida memanggilku, aku pun menghampirinya, ia datang bersama mamanya, mamanya begitu sederhana, namun elegan dengan balutan terusan batik yang melekat ditubuhnya. “Halo, tante,” sapaku ramah dan mengulurkan tangan. “Halo, ini Renjana ya?” Tanyanya sambil menjabat uluran tanganku dengan senyum yang hangat. “Iya, Tan, saya Renjana, temannya Ida,” terangku sedikit menjelaskan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
Suamiku, Ayah Mantanku

Suamiku, Ayah Mantanku

"Iya Mak, bilang aja gak papa. Aku usahakan kalau aku bisa." "Ya, tadi Mamak habis kumpulan di sekolah Linggar." Linggar adalah adik bungsu Lyra yang baru kelas 8 SMP. "Terus gimana?" tanya Lyra. "Maaf ya, masalahnya tadi ibu ditagih uang gedung, uang gedungnya Linggar belum lunas." Lyra paham, "Terus orangnya marah-marah sama Mamak, ngomongnya kasar banget lagi, jadinya Mamak sampai rumah nangis," ujar Sulastri bercerita.
10107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
Sang Ksatria Malam

Sang Ksatria Malam

ucap Master Li Mo sembari berjalan ke luar benteng. Di luar benteng, prajurit Naga Langit dan prajurit Bayangan Singa bertarung habis-habisan. Santoso masih bertarung sengit dengan Batakhu. Master Cheng juga bertarung dengan giat di luar benteng. Di saat sedang baku hantam dengan prajurit Bayangan Singa, Master Cheng melihat Wei Fang yang sedang meratapi kematian Key Fang. Didapatinya, Wei Fang, melamun dengan meneteskan air mata deras sambil merangkul kepala Key Fang. Master Cheng pun mencoba mendekatinya, namun prajurit Bayangan Singa dengan gagah melindungi Wei Fang.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

“Hikss,, Mama minta maaf, nak! Mama…” “Sstt.. Mama kenapa minta maaf?! Mama tidak ada salah apapun ke Melody!” Melody ikut berlutut menyamakan tubuhnya dengan sang Ibu. Ia paling tidak bisa melihat orang tuanya bersedih, apalagi menangis karenanya. Melody mengusap air mata yang membasahi kedua pipi Ibunya dengan lembut. “Mama kenapa nangis, hm? Ini kan hari bahagia Melody.”
815 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai mamah sange
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status