Kotak Itu Berbicara
Serta, ada juga yang tampak tidak berhenti membaca skrip, mengulang dialog demi dialog, menghafalnya baik-baik.
“Duh, ini lipstick-nya udah hilang lagi aja warnanya. Mau berapa kali di-touch up, coba? Jangan minum terus dong, Mili!” Cewek berseragam putih-abu dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai itu menggerakan tangannya, mengoleskan kembali lipstick pada bibir tipis di hadapannya. Sang pemilik bibir itu terlihat pasrah, mengikuti apa yang baru saja dia dengar. Dalam waktu singkat, bibir itu kembali berwarna, warna merah cabai.
Chapitres populaires