IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS
Gadis itu menutup mulut, memejam, sebelum kemudian kembali menempelkan bibirnya.
Kali ini bukan hanya menempelkan, bahkan ia mencoba melumat sebisanya sebagai amatir. Manis. Seperti yang selalu ia bayangkan.
Entahlah. Apa yang ia pikirkan. Bahkan saat sudah melumati bibir itu beberapa lama, rasanya Quin tak mau berhenti. Ingin lagi dan lagi. Ternyata, rasanya sangat manis dan memabukkan. Padahal ia hanya melakukannya sendiri tanpa sambutan.