Hatiku direbut Berondong
"Ia hanya mengecek, tidak lama. Ia bilang selamat dan ikut senang."
Wajah Rian menegang seketika. Meskipun ia telah berubah, naluri posesif itu, yang sudah ia kendalikan, masih bisa kurasakan.
"Arga," ulangnya, suaranya datar. "Mantan kekasihmu. Yang membuat kita..." Dia menelan kata-kata yang tersisa, yang merujuk pada keburukan yang ia lakukan dulu.
"Rian, jangan mulai," kataku lembut, tetapi tegas. "Dia hanya Koas. Dia tahu kondisiku. Dia hanya mendoakan yang terbaik. Itu saja."
Hot Chapters