Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DUKUN 99

DUKUN 99

"Tanpa kau sadari, akan melatih pribadimu jadi lebih baik." Tio manggut-manggut. "Setelah kau terbiasa dengan karakter barumu, sering-seringlah berpuasa. Bagusnya selama tiga hari," ujarku santai. "Tidak makan, tidak minum?" tanyanya. Aku mengangguk. "Kau akan memasuki dimensi lain, artinya ruhmu yang bergerak. Raga diam di tempat. Makanya aktivitas raga dibatasi, termasuk makan minum."
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

Ia lebih tertarik kepada kitab yang ia temukan. Marissa membuka halaman kedua kitab tersebut. Ada sebuah tulisan yang bercetak tebal di bagian atas halaman. Tulisan tersebut bertuliskan 'mantra untuk memperkaya diri'. Dibawah tulisan tersebut terdapat tulisan berbahasa Arab yang bertuliskan البدر ، في منتصف الليل المظلم ، على هامش نسيم الليل ، يا أزلة ، امنحنا الثروة. Arti mantra tersebut adalah 'Di bawah bulan purnama, di tengah malam yang gelap, Di pinggiran angin malam, Azalah, berilah kami kekayaan'. Dibawah mantra tersebut terdapat tata cara jika ingin melakukan ritual untuk memperkaya diri.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Talak Tiga

Talak Tiga

Aku harus merapalkan mantra malam ini juga. Aku mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh Mbah Buyut. Merapalkan mantra pengasihan itu sampai berpuluh-puluh kali. Dan mulai besok aku harus melakukan tirakat puasa mutih selama 50 hari. Aku harus kuat agar tahan godaan. Kalau tidak semua harus diulang dari awal lagi. *** Keesokan harinya, rupanya mereka belum pada bangun. Aku merasa takjub, efek obat tidur yang diberikan Nita sepertinya cukup ampuh.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju

Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju

Tapi ia tetap berjalan beriringan di samping Shen Yuan dengan senyum lebar walau cintanya masih setipis dompet di akhir bulan. *** Paviliun Bintang - Ruang Meditasi Terlarang A Yue duduk bersimpuh di depan sebuah baskom tembaga berisi air hitam pekat. Matanya hanya terlihat bagian putihnya saja. Bibirnya terus komat-kamit membacakan mantra terlarang yang dulu sudah dibuang kitabnya oleh Tabib Xuanling. Mantra itu membuat lilin di sekelilingnya bergoyang tak tentu arah.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Ia terus membaca, sampai di halaman tengah ada sebuah mantra. Mantra tersebut menuliskan bagaimana agar kita bisa merasakan bagaimana menikmati hidup dalam kegelapan seperti hantu – hantu yang bergentayangan. Intinya mantra itu bisa membuat kita merasakan bagaimana menjadi makhluk Ghaib. Di situ dituliskan bahwa si pembaca mantra harus ikhlas. Tak boleh menyimpan dendam dan penyesalan. Alia mulai tertarik dengan mantra tersebut, dan ia ingin mencobanya.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Pendekar Cahaya

Pendekar Cahaya

tanya Biksu Dharmapada pada Bayu. “Itulah Biksu Suci, awalnya banyak kata-kata pada kitab langit yang tidak kumengerti. Hingga tadi Biksu Suci menjelaskan tentang mantra, barulah aku sadar bahwa kata-kata yang aneh itu adalah rangkaian mantra untuk membuka gerbang ilmu dari Kitab Langit.” Bayu menjelaskan dengan penuh semangat. “Apakah engkau sudah pernah melakukan puasa yang disyaratkan dalam ilmu tersebut?” tanya Biksu Dharmapada pada Bayu.
1018.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

Setetes embun jatuh ke telapaknya dari dahan- dahan pohon yang mereka lewati. Gadis itu mulai merenung dan mengucapkan mantra yang tiba- tiba terlintas dalam pikirannya. Dia mulai bisa melihat pepohonan pinus melintas di sampingnya. Maitreya memang terlihat buta dan tak bisa melihat pemandangan itu dengan mata telanjang. Akan tetapi, mata batinnya bisa merasakan dan memvisualisasikan benda- benda yang ada di sekitarnya meski tanpa warna.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Sirri Tuan Arogan

Menjadi Istri Sirri Tuan Arogan

"Sekarang kamu pejamkan mata kamu, dan lepaskan semua beban kamu. Kosongkan hati dan pikiran kamu dari hal-hal yang membani kamu. Agar kamu pokus, coba kamu sebut dengan hati kamu.. Allah ... Allah ... Allah. Sebutkan nama Allah berkali-kali dalam hatimu hingga kamu tenang." Sultan kembali menuruti semua perintah Mona, hingga dia merasakan ketenangan yang luar biasa di hatinya. "Bagaimana, apa yang kamu rasakan?" Mona bertanya setelah Sultan membuka matanya. Sultan pun tersenyum dan bangkit dari duduknya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
7 NAGA BEREBUT RAGA

7 NAGA BEREBUT RAGA

Dimana ide itu akan membuat Andika berhalusinasi. Zhang menutup matanya lalu membaca sebuah mantra. Mantra tersebut berisikan tentang menghidupkan kembali mahkluk hidup yang belum saatnya mati. Bisa dikatakan orang yang mengalami kematian secara tragis dan belum waktunya bisa hidup kembali. "Vas bunga, saatnya kamu balas dendam kepada pria sialan itu. Katakan apa salahmu kepada dia. Aku hanya bisa memberikan kamu waktu sepuluh menit," ucap Zhang selesai membaca mantra.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
MENANTU TANPA RESTU

MENANTU TANPA RESTU

"Nad, jangan pernah mikir gitu. Kamu nggak salah. Kamu berhak bahagia dengan jalanmu. Dan aku ada di belakangmu, apa pun yang orang bilang." Nadin menatap suaminya, air mata hangat menetes. "Aku cuma takut, Ram. Takut Ibu nggak pernah bisa melihat aku apa adanya. Aku takut kehilangan restunya." Rama menggeleng, matanya penuh tekad. "Kalau restu artinya kamu harus disakiti terus, aku lebih pilih kita berjuang dengan doa. Aku yakin, kalau kita tulus, Allah sendiri yang akan lembutkan hati Ibu suatu hari nanti."
507 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai mantra membuka mata batin tanpa puasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status