Dua Hati, Satu Kehancuran
Aku tak mengerti apa hak Radit untuk mengkritikku, padahal hubungan antara dia dan Lisa jauh lebih ekstrim dari sekadar memberi nama kontak panggilan 'suami' kepada seseorang.
Aku baru hendak menjawab, tetapi Lisa tiba-tiba menyela.
“Kak Febby, Kak Radit, aku ajak kalian makan, anggap saja ini permintaan maafku karena sudah mengganggu kalian beberapa waktu ini.”
Restoran yang dipilih Lisa terkenal dengan berbagai hidangan laut, dan aku tak tahu harus mulai dari mana melihat tumpukan hidangan laut yang ada di meja.
Tanpa rasa bersalah, Lisa dengan wajah polos menatapku, “Kak Febby, kau nggak makan? Ini hidangan andalan mereka.”
Bab Populer