Davira
Istrinya memang sudah biasa bersikap tak acuh dan cuek pada Davira, seharusnya Davira pun cukup mengerti dengan situasi yang ada.
"Tahukah kamu sayang? Bahwa Mama sama tersiksanya seperti Papa, kami sangat hancur saking merindukanmu Vira. Trust me! Kami semua menyayangi dan mencintaimu, nak. Papa, Mama, Orlando, Bunda Kia, Ayah Nando, Cavia, kedua Nenek dan Kakekmu, Bapak Ridwan, Ayesha-"
"Cukup!" potong Davira merasa tak suka mendengar salah satu nama yang di bencinya. "Kenapa Papa harus menyebut dan mengkaitkan nama itu dalam obrolan kita?" Davira tampak marah pada Dava.
Hot Chapters