DI ATAS RANJANG MAFIA
Pria itu adalah Berto, seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun yang berprofesi sebagai informan bawah tanah sekaligus mata-mata andalan yang bekerja secara eksklusif untuk Mario Balotelli.
"Maaf aku terlambat, Letnan," bisik Berto parau, napasnya agak terengah-engah. Ia melirik waspada ke sekeliling kedai sebelum menatap Mario. "Jaringan di dermaga tadi sempat diperketat oleh anak buah Riciteli, aku harus memutar jalan."
Mario tidak ingin membuang waktu. Ia memajukan tubuhnya ke atas meja. "Lupakan soal itu, Berto. Langsung saja, informasi apa yang berhasil kau bawa malam ini?"