Mengandung Bayi Bos
“Enggak usah, Ma. Kalian bisa pergi tanpa Rimar, kok. Semoga aja, lain waktu Rimar bisa ikut acara keluarga lainnya. Untuk Mas Gio ... selamat berkurang usianya. Maaf, barju mengucapkan karena baru tahu juga.”
Mas Gio tak merespon sama sekali. Dengan antengnya, dia menikmati sarapan sendiri. Padahal, tadi adiknya sedang dalam suasana labil. Kakak macam apa? Bukannya membela malah masa bodoh begitu. Lebih baik Bang Umar ke mana-mana. Walaupun dia garang, tetapi sangat memedulikan keluarganya. Aku sangat beruntung sebagai adiknya.
***
Hot Chapters