Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Kenapa keras kepala sekali? Aku menarik napas cukup panjang, lalu kuhembuskan. Tatapan ini lalu jatuh pada orang-orang yang ada di sana. Mereka terlihat saling berbisik hingga salah satu bisikannya masuk ke telingaku. "Beneran ipar adalah maut. Ini masih calon ipar, gimana kalau udah jadi ipar beneran dan tinggal satu rumah? Bisa kacau!"
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 330 Times as mata berkunang
Read
+Library
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Iris mata biru itu, jelas sekali menyatakan bahwa dia seorang wanita bule, tetapi muslim. "Enggak, Nak. Saya baik-baik saja," sahutnya menatap Marwa dengan tatapan penuh makna. 'She is so beautiful.' "Ngomong-ngomong, Ibu mau ke mana? Kenapa perginya sendirian saja dan melewati jalan yang sunyi seperti ini?"
5.713.4K viewsOngoingAdded to Library 347 Times as mata berkunang
Read
+Library
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Amanda masih belum nikah, dia tidak mau mati sia-sia. Duar! Dahi Amanda kembali kejedot benda yang keras sekali lagi. "Aduh!" Amanda mengusap dahinya dengan kasar. Lalu matanya memperhatikan benda keras apa yang menghantamnya. Lagi-lagi Amanda membentur bagian tubuh Elang. Ya ampun, badan Elang ini isinya otot kawat balung wesi atau apa ya? Kenapa keras banget? "Ngagetin aja kamu, Lang. Kenapa tiba-tiba nongol di belakangku?" gerutu Amanda.
955 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as mata berkunang
Read
+Library
Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

"Tapi..." "Hamba pantas mati Grand Duke. Hamba pantas mati. Karna hamba, Nona Isbel jadi menghilang. Hamba yakin, saat itu penculik itu bergumam pelan dan menyebut nama Grand Dhucess," potong Ema. Liliana yang sudah sangat kesal melihat tingkah Ema yang melewati batas, ia langsung saja mengambil langkah besar dan menarik kuat rambut Ema sampai Ema berteriak kesakitan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as mata berkunang
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

katanya lembut, meletakkan nampan di meja kecil di sebelahku. Aku mengangguk pelan, tapi tak segera mengambil sendok. Mataku tetap tertuju ke luar jendela, menatap kosong ke halaman belakang yang ditumbuhi rumput liar. "Masih nggak ada kabar dari Adrian?" tanya Mama, ragu. Aku tidak menjawab. Hanya gelengan kecil yang aku berikan. Aku tak ingin membahasnya lagi, tapi juga tak bisa berhenti memikirkannya. Nama itu terus memukul-mukul dinding benakku.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as mata berkunang
Read
+Library
Melati di Kubangan

Melati di Kubangan

kata Musa basa basi. "Huh, kura-kura dalam perahu," cemoh Karman. "kau ke sini kan hanya alasanmu saja mau nonton film, padahal sebenarnya mengharap dijamu pisang goreng. Tahu saja kalau satu pohon pisang bu Mirah di belakang baru saja ditebang."
769 viewsCompletedAdded to Library 16 Times as mata berkunang
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Mereka berdua menoleh ke sumber suara. "Ma-Mami?" Laura terkejut melihat Mami Berliana berdiri di depan pintu sambil bersidekap dada. Laura melirik teman-temannya yang masih ada di sana menatap dengan pandangan kepo. Dia takut Mami akan bicara sesuatu yang tak seharusnya mereka dengar juga. "Mau ke mana kalian?" ***
101.1K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as mata berkunang
Read
+Library
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

Apa Mamanya tidak mengerti? Karena tidak ingin disangka berlebihan lagi, selama perjalanan Grace ke Singapura hanya diisi dengan kebisuan. Di dalam mobil ataupun pesawat hanya ia habiskan dengan menyandarkan kepalanya dengan mata pura-pura terpejam di balik kaca mata hitam. Sesekali matanya melirik luar. Ia hanya mengatakan dirinya lelah alih-alih menghindari pertanyaan atas kejadian semalam.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as mata berkunang
Read
+Library
Bimantara Pendekar Kaki Satu

Bimantara Pendekar Kaki Satu

Semua mengangguk lalu buru-buru melangkah pergi dari sana. *** Kuda yang ditunggangi Ki Walang dan Bimantara berhenti di pinggir sungai. Di hadapan mereka air terjun tampak indah. Ki Walang dan Bimantara turun dari kuda. Bimantara tercengang melihat keindahan tempat itu. “Apakah kita sudah sampai, Tuan Guru?” tanya Bimantara. “Iya, Kita sudah sampai. Inilah yang dinamakan Mata Air Abadi. Mata Air kerajaan para peri,” jawab Ki Walang.
9.7426.4K viewsCompletedAdded to Library 10.7K Times as mata berkunang
Show Reviews (100)
Read
+Library
Hakayi
Bimantara Pendekar Kaki Satu sudah TAMAT. Terimakasih untuk pembaca setia semuanya. Mohon maaf jika banyak kekurangannya. Kalian penyemangat saya. Jangan lupa baca novel saya lainnya: LEGENDA PENDEKAR BURUK RUPA. Love u all...
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Read All Reviews
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tangis Latifah dengan suara serak memukul-mukul dadanya. “Istigfar Maa.., Istigfar..., Jangan marah sama Allah. Ridwan itu milik Allah, maka dia dan kita semua akan kembali pada Allah. Dengan cara apa pun, karena Allah yang berkehendak Maa.., sekarang Mama harus Ikhlas agar jalannya Ridwan bagus. Kasihan papa kalau Mama seperti ini,” ucap Aruna kembali dengan menggenggam erat tangan mertuanya.
910.6K viewsCompletedAdded to Library 412 Times as mata berkunang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status