Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

" Mama nampak terharu seraya memeluk Bimo. Tapi matanya melotot ke arah Diandra. Diandra yang takut melihat tatapan sang mama seketika menunduk. "Bimo sepertinya kamu benar benar mencintai Diandra, priotas kamu sudah bukan lagi mama sekarang. Bagaimana nanti jika kamu benar benar melupakan mama." Mama membatin dalam hatinya terluka tapi dia berpura pura bahagia didepan Bimo. *** "Hah ini cincin cuma 5 juta Ma hargany, Sedangkan Diandra dibeliin kalung 20 jt." Ujar Sita setelah melihat surat Perhiasan yg disodorkan Mama.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
AIR MATA PERNIKAHAN

AIR MATA PERNIKAHAN

Aku sempat mendengarkan Cek Cok mas bara dan Arum tetapi mas bara berkata kalau dia akan ke taman dengan segera. “yaudah mas, aku tunggu ya,” aku langsung memencet tombol off. Kini aku dan mama menunggu mas bara di tempat duduk berwarna putih. Aku sambil melihat sekeliling lagi yang sudah mulai ramai lampu lampu dan ada juga odong odong untuk di sewa dnegan lampunya yang begitu membuat mata melek. Aku takut sekali karena ini akan Maghrib sebentar lagi. Aku kasihan mama juga nggak bawa jaket.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

Mbah Parjo melihat Pak Bachtiar dan Cyntia berjalan keluar pagar rumah dengan tatapan dalam dan senyuman kecil. Sebuah sekolah SMA di pinggiran kota yang dituju. Sebuah sekolah berbasis agama yang semua siswa perempuannya memakai kerudung. Menurut Cyntia, anak-anak sekolah SMA yang sekolah disitu sangat mungkin masih virgin karena pendidikan agamanya ketat. Oleh karena itu, Cyntia ingin mencari mangsanya disitu.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

"Kadet!" ****
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
Air Mata Rani

Air Mata Rani

Rani hanya terkekeh seraya menggeleng dengan sikap sahabatnya tersebut. 🍁🍁🍁 “Ran, kamu pesen duluan ya. Aku mau nyamperin Hendra bentar, ada yang mau aku tanyain soal ekskul Teater minggu depan,” pamit Mita seraya berlalu meninggalkan Rani seorang diri.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
NODA

NODA

ucap Mama dengan wajah memerah. "Terus mama mau beli kue apa?" "Basah, nih mama cari, namanya kue basah Bu Lestari. Banyak yang rekomendasi. Pasti enak," kata Mama menunjukkan ponsel di mana alamat toko kue itu berada. "O, tapi Megan nggak tahu tu, Ma tempat ini." "Kan ada lokasinya, tinggal cari di map. Yuk antar Mama, senggang, kan?"
9.9177.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai mata cende qia
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
ayoe rahayoe
Ku kejar dikau kemana² kak demi cerita ini. awal baca di apk merah, loncat ke ijo isi koin banyak² biar gk tertinggal bab kek di merah ternyata di ijo ceritanya mandeg beberapa hari,ada yg usulin apk ini dan sekaranglah daki disini demi dirimuhh kak novita .........
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Rasanya seolah-olah waktu melambat. Bu Eti menyilangkan tangan di dadanya, lalu berjalan mendekat. "Sekarang jawab pertanyaan ini! Apa rumus kimia dari asam sulfat?" Badanku gemetar. Dari tadi aku memang tidak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh Bu Eti. Aku sibuk membaca pikiran teman-temanku. Aku menunduk, bingung harus menjawab apa. Otakku kosong.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Matanya berkaca-kaca. “Dokter, aku mohon. Ini semua demi kebaikan aku dan anak ini.”suara pintu diketuk, Alina langsung mengusap air matanya dan tersenyum. “Bagaimana dok, apakah Alina hamil?”kata Justin, Antusias, Dokter Rendi terdiam membuat nyali Alina menciut, “Kondisinya sehat, tidak memiliki masalah! dia hanya sedikit kecapean harus banyak istirahat!”kata Rendi, lalu pergi begitu saja. Justin merasa tidak puas dengan jawaban Rendy, lalu ia menyusulnya dengan cepat dan mencekram kuat pergelangan tanganya. Rendi segera melepaskannya, dan tersenyum kaku. “Aku masih banyak urusan.”
786 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
MATI RASA

MATI RASA

seketika airmata Nabil jatuh. "Umi sakit? Kenapa tidak ada yang memberi tahuku?kenapa kalian menyembunyikannya!"tangis Aulya kembali pecah. "Abi, enggak mau kasih tau kakak karena tak ingin mengganggu konsentrasi kakak dalam menghapal Al-Qur'an. abi mau kakak berhasil menjadi hafidzah 30 juz! Tapi, anaknya yang hafidzah ini malah berpikir Jelek kepadanya!" Ujarnya sambil meluapkan kekesalan pada Aulya.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Disedot? Mendengar ucapannya, aku langsung terdiam sesaat. Kemudian, benakku langsung muncul gambaran Jeff yang menempel di dadaku. “Nggak boleh!” Karena malu, aku langsung menutupi dada, menggelengkan kepala dengan wajah memerah. Pijatan biasa saja sudah cukup… aneh. Jika dia sampai menyedotnya….
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai mata cende qia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status