Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)
Belum sempat ia menjawab, tiba-tiba Aditya berseru, "Salwa, kamu nangis?"
"Hah?" Refleks ia menyentuh pipinya. Benar jarinya telah basah. Ia seperti orang kehilangan setengah akal. Bagaimana bisa menangis tanpa disadari?
"Mama nangis?" Pertanyaan putrinya telah menyadarkannya.
"Tidak, Sayang. Mungkin karena kepanasan, wajah Umi jadi keringatan."
"Ooh," seloroh Salsabila. "Umi, lihat deh. Semangka ini besar sekali."