Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kami Bisa Tanpamu Mas

Kami Bisa Tanpamu Mas

tanyaku pelan, saat melihatnya sudah mulai tidak menangis lagi. “Saya enggak nangis, Mas,” “Lah itu barusan apa?” “Mata saya perih karena mengiris bawang merah dan bawang bombay!” sahutnya polos, membuat ku malu setengah mati. Bodoh kau Za!.
1061.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Sepertinya kena biji cabe yang lompat ke mata. “Pedih banget, hu huu.” Dia hampir nangis, eh udah nangis, sih. “Kamu kebanyakan melawan, gini deh jadinya.” “Mas ceramah melulu kerjanya. Udah kayak imam masjid aja.” Dia masih kedip-kedip mata karena pedas mungkin.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Dilema Istri Kedua

Dilema Istri Kedua

Tidur telungkup di atas ranjang hingga menyebabkan sebagian seprai basah oleh hujan air mata. Setelah puas mengeluarkan semua rasa sesak dengan tangisan, aku bangkit untuk duduk. Kulirik nasi goreng yang tadi kusimpan dengan sembarang. Untung nasi gorengnya tidak tumpah saat aku bertabrakan dengan Bang Raka tadi.
8.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Kurelakan Suamiku Bersama Istri Barunya

Kurelakan Suamiku Bersama Istri Barunya

Hanya dengan membasuh wajah tidak mungkin langsung menghilangkan sembab bekas tangisan tapi dengan makeup pasti akan sedikit tertutupi Kau harus bertindak dengan hati-hati, Ambar! Jangan biarkan suamimu dan pelakor itu bahagia. Kau akan kalah kalau sampai membiarkan mereka bersama. Kau harus bisa mengembalikan suamimu ke jalan yang benar. Pelakor itu adalah setan betina yang mengganggu suamimu. Aku bicara di depan cermin menguatkan diriku sendiri. Jika bukan diri sendiri, siapa lagi yang akan menguatkan aku.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Istri Palsu Tuan Presdir

Istri Palsu Tuan Presdir

Tak kala Bima makan di rumah Ema kala pulang dari tugas. Saat kehilangan seseorang air mata tak boleh benar-benar kering. Menangis boleh, malah harus. Namun, ingatlah jangan sampai meratap. Akan tetapi, hal itu tak berlaku untuk Ema, ia memeluk tubuh yang terbujur kaku itu sambil berteriak dan berusaha membangunkannya. Berharap jika sang ibu hanya tertidur atau bisa jadi sedang pingsan. Bisa jadi kan, siapa tahu.
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 665 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
7 Days VS 7 Years

7 Days VS 7 Years

Karena Alex terlalu berisik dengan rayuan-rayuan recehnya itu. “Omong-omong, kenapa matamu sembab? Kamu habis nangis?” tanya Alex memecah keheningan. “Kamu nggak perlu tahu,” jawab Amel ketus. Alex memang benar. Mata Amel sembab karena ia tidak bisa tidur semalam sebab sibuk menangisi Evan. Mungkin terdengar kasihan karena Amel masih saja menangisi laki-laki yang sudah mencampakkannya, tapi Amel menangis bukan tanpa alasan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

Wajahnya memerah, bahunya naik turun karena tangis yang mulai tak terkontrol. "Semua orang selalu bilang kembali," kalimat itu membuat kamar terasa lebih redup dari sebelumnya. Tangis Richard pecah, bukan karena marah atau mencoba merengek, melainkan ekspresinya kalut karena kecewa. Emma memeluknya tapi Richard semakin menolak. Tubuh kecil itu gemetar, tangan kecilnya mencengkeram baju Emma seperti takut ditinggalkan lagi.
533 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Menantu Tak Dihormati Ternyata Putri Konglomerat!

Menantu Tak Dihormati Ternyata Putri Konglomerat!

Matanya yang sembab sekarang basah kembali oleh genangan air mata. Sopir diam-diam memperhatikan Adeline. Ingin bertanya, tapi segan. Adeline mengusap pipi yang telah basah oleh air mata bahkan isak tangisnya tak bisa ditahan lagi. Adeline menangis menumpahkan segala kesedihan yang dari tadi dipendamnya. "Bu," panggil sopir iba. "Kenapa ibu menangis? Apa ibu baik-baik saja?!"
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai

Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai

“Gimana caranya ngilangin debu dari kamar Mama?” Kening Figo berkerut samar. “Debu? Memangnya banyak debu di kamar?” “Hm!” Shopie mengangguk cepat. “Setiap hari mata Mama sering banget kelilipan debu sampai merah dan bengkak. Mama bilang debunya bikin mata Mama perih. Aku kasihan lihat Mama seperti kesakitan, Pa.” Figo seketika terdiam saat mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Sora. Wanita itu menangis setiap hari. Bukan karena debu, melainkan karena dirinya.
1079.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Pah, cari mama yuk!

Pah, cari mama yuk!

Mata Inggit mulai sembab, bibirnya pucat dan rambutnya acak-acakan. Kata-kata yang Zio ucapkan tadi tidak pernah hilang dari pendengarannya. Terus berputar-putar memenuhi relung otaknya hingga ia kembali terisak dan menangis sejadi-jadinya. Ia tidak pernah menyangka jika Zio akan merasa sebersalah itu setelah menyentuhnya. Apakah dia sekotor itu sampai Zio merasa kotor setelah menyentuhnya?
10344 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai mata sembab karena menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status