Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Ini bukan kabut biasa. Ini adalah penjara air. Dia mencoba menjebakmu dalam halusinasi. Jangan percaya matamu, bocah! Gunakan mata batinmu!”
Joko mencoba melihat sekeliling. Ia tidak bisa melihat aspal, tidak bisa melihat pagar kosan, tidak bisa melihat Ki Agni yang berlutut. Semuanya putih. Dan dari dalam kabut putih itu, bayangan-bayangan hitam mulai bermunculan. Bayangan yang berbentuk seperti manusia air yang mengerikan, merayap mendekatinya dari segala arah.
Joko memejamkan mata fisiknya. Ia menarik napas, mencoba mencari pusat energi Ki Banyu di tengah kekacauan ini.