Kehancuran Usai Suami Berkhianat
Dalam perawatan di sini, indera perasaku kembali, tidak lagi kebas, tapi perih dan ngilu menguasai, bagai di hidungku tengah ada bisul besar yang belum pecah.
Sesekali mataku terbuka, melihat orang-orang berseragam putih itu mendekat dan memeriksanya. Bukan. Mereka bersihkan hidungku dengan rasa yang sangat perih. Aku mau teriak tapi tak bertenaga.
Aku benar-benar lelah disiksa, Tuhan …!
*
Entah berapa lama sudah terbaring. Punggung sampai tulang ekorku terasa panas, seperti baring di atas bara, akan terasa lega saat sesekali Mamak memiringkanku.
Hot Chapters