Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan
Di hari ulang tahunku, tunanganku menukarkan poin supermarket untuk membelikanku sepasang sarung tangan cuci piring. Namun, di lelang, dia menawar paling tinggi demi membelikan permata seharga 10 miliar untuk cinta pertamanya.
Aku marah, tetapi dia justru menuduhku sebagai perempuan materialistis.
"Aku kasih kamu uang buat dipakai, bukannya sudah sewajarnya kamu melayaniku? Ini sebenarnya ujian terakhir yang mau aku kasih sebelum nikah. Kalau kamu lulus, kita nikah. Tapi kamu benaran bikin aku kecewa."
Aku mengajukan putus, dan dia langsung berbalik melamar cinta pertamanya.
Lima tahun kemudian, kami bertemu kembali di sebuah pulau liburan pribadi.
Kevin melihatku mengenakan pakaian kerja sa
Bab Populer