Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Bisa tertawa lepas berlari dan berkejaran seperti itu, rasanya aku iri pada kalian. Khalid duduk di kursi taman. Kursi bulat berjumlah empat, melingkari meja dari cor dan diatasnya terdapat payung besar melindungi siapapun yang duduk dari sengatan matahari dan hujan. Pandangan ia arahkan ke sekeliling. Dalam kegelisahannya, ia melihat seorang gadis berkerudung biru, sedang duduk bersama laptopnya di sebuah gasebo.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
2.59

2.59

Cheezyweeze2524 512
cicitnya. Aluna mengusap peluhnya yang kesekian kalinya mengalir dari dahi sampai lehernya. Kembarannya pun menemani duduk disampingnya, keduanya duduk dan melihat langit biru siang itu. Warna biru terang yang ada di langit saat siang hari merupakan hasil dari hamburan cahaya Matahari oleh molekul di udara. Cahaya Matahari yang berwarna putih tersusun dari rangkaian warna ungu, biru, hijau, kuning, oranye, dan merah.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai matahari biru
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Glow Peridote
Aku setuju sama mamang, baru mulai udah merinding. Pasti ada yang nggak beres sama rumahnya. Btw keren banget itu yang sekolah di luar negeri, sayang amat balik-balik masuk ke rumah penuh misteri..... campur aduk banget jadinya antara penasaran, takut, tapi nagih baca terus...
Lefkilavanta
i like this! bahasanya enak banget dibaca, gak berat dan ringan. jadi enjoy gitu bacanya. sukak deh sama novel ini. semangat nulisnya author baik. Jangan lupa ditunggu next chapternya heheheh😍😍😍😍
Baca Semua Ulasan
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Jiwanya terbang mengembara dan menyentuh impian lamanya. Ruangan itu persis seperti planetorium dengan bintang-bintang yang bertaburan di langit-langitnya yang gelap. Dengan langkah pelan ia mengamati apa saja yang terpampang di dinding ruangan itu mulai dari lukisan planet Saturnus dengan enam cincin besarnya yang memukau, komet, hujan meteor, hingga... sebuah lukisan matahari yang dua kali ukurannya dari lukisan-lukisan lainnya dan terbingkai kuning keemasan. Lama ia berhenti di sana dan menatapnya. Subhanalloh, bibirnya mengucapkan keterkaguman yang luar biasa. Lukisan itu begitu hidup. Detil-detilnya begitu jelas. Prominensa, spikula, fakula, dan loop gasnya begitu menawan. Ia terkesima.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

bantah Purnama. "Kalaupun saya deketin Purnama, gak ada masalah kan. Purnama single saya single, wajar saja." Dokter Surya beralasan. "Tapi Langit itu anak saya, saya berhak melarang." Melihat orang-orang dewasa di hadapannya berdebat, Langit merasa tidak nyaman. "Ma, Langit mau pulang." "Ayo papa antar," "Langit mau pulang sama kakek," ujar Langit. Ia merasa asing dengan Bintang yang baru dua kali bertemu dengannya dan ini yang ketiga.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

Jangan merasa paling hebat. “Matahari mulai terbit, kita harus bergerak,” kataku memutar topik. Ronal memutar bola mata dan berlalu. Langit di hari kedua permainan menampilkan warna biru alami dan semburat-semburat keunguan yang masih tersisa samar-samar. Sebagian awan tebal menumpuk-numpuk dan berarak pergi digusur angin. Hawa semakin menurun dan dapat membuatmu menggertakkan gigi.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Catatan Setelah Kematian Putri Ophelia

Catatan Setelah Kematian Putri Ophelia

Padahal, saat ini matahari telah terbenam. "Kita harus mencari tempat penginapan sebelum matahari berganti dengan bulan." 'Bulan ....' Aku sering melihat bulan dari balik jendela kamarku di kehidupan sebelumnya. Ilkay membalikkan tubuhnya. Aku tersentak dan langsung menatap manik mata biru yang indah. 'Seandainya iris matanya berwarna hijau, pasti lebih sejuk dari warna biru.' Entah apa yang sedang kupikirkan saat ini.
1012.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian

Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian

Garis rahangnya tegas, dan ada keanggunan di bibir tipis yang tak tersenyum. Rambutnya cokelat seperti daun maple di awal musim gugur. Akan tetapi, yang paling menyita perhatian adalah sepasang mata biru yang menatap kamera. Mata yang seakan bisa menembus kedalaman jiwa siapapun yang memandangnya. Biru itu ... bukan biru yang biasa. Itu adalah biru lazuardi yang jernih, biru langit setelah hujan reda, biru laksana samudra yang merangkum rahasia dunia.
1018.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Biru cerah yang mendominasi langit selama sehari tadi, sudah tidak bersisa. Semburat oranye itu perlahan berubah merah, sebelum akhirnya tenggelam sempurna. Langit belum gelap, tapi matahari sudah tidak nampak lagi. Matteo meremas lengan Ivy, lalu menariknya duduk di atas pasir. Aktivitas menikmati matahari senja itu, seolah menurunkan detak jantung Matteo, yang sejak tadi meronta bersemangat. Mengembalikan semua dalam keadaan normal.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Tapi, ia belum selesai. “Eternal Blue Nova” — Ledakan Biru Abadi Tiba-tiba, seluruh bulu Feniks bersinar biru. Semua warna merah dan emas menghilang, digantikan cahaya biru tua—api yang bisa membakar dunia roh sekaligus dunia nyata. Feniks melompat ke langit kemudian meledak dengan dasyat. BOOOMMM!!! Gelombang energi biru menyebar ke segala arah. Es abadi berubah menjadi air. Tanah menguap. Udara terbelah seperti kaca pecah.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Pendekar Naga Petir

Pendekar Naga Petir

Dari balik pegunungan, muncul semburat biru pucat — bukan dari matahari atau bulan, melainkan dari inti Dunia Batu Semesta itu sendiri. Cahaya itu naik perlahan, menembus langit malam, lalu berhenti di antara gugusan bintang. Dari jauh, tampak satu bintang bersinar lebih terang dari yang lain — berwarna biru pucat, berdenyut lembut seperti detak jantung. Phoenix menatapnya lama. “Itu dia…” katanya pelan. “Itu denyut jantung Tuan.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai matahari biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status