My Game Boyfriend
“Tadi aku sudah minta maaf berkali-kali, tapi rasanya kata maaf saja belum cukup untuk menghapus rasa sakit yang aku berikan padamu. Aku sadar, sifatku yang terlalu cemburuan, yang selalu curiga, dan selalu merasa tidak aman itu… itu semua menyusahkanmu, menyakitimu, dan membuatmu lelah. Padahal kau sudah melakukan segalanya dengan begitu sempurna untukku.”
Arthur menghela napas panjang, lalu melanjutkan bicaranya dengan tegas.
“Aku sadar dari mana semua rasa takut itu berasal. Dulu, aku hidup di duniaku sendiri, di mana ada permainan, di mana aku merasa hanya itu yang bisa aku kuasai dan aku mengerti. Saat aku mendapatkanmu, aku merasa mendapatkan hal terindah yang jauh di luar jangkauanku.