Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Say You Remember Me

Say You Remember Me

“Sarapanmu hampir membuatku terlambat ke sini.” Alis Jasper terangkat tipis. “Kau mengeluhkan sarapan buatanku, Queen?” “Itu pujian, J.” Sudut bibir pria itu bergerak sedikit. Hampir tidak terlihat. Tapi Lana melihatnya. Ia selalu melihatnya. Dan ia sadar, tidak ada satu pun orang lain di ruangan itu yang mendapat senyum seperti itu. Belum ada siapapun di bar kecuali mereka, dan suara es yang beradu di gelas dari tangan Noah di belakang.
844 viewsCompletedAdded to Library 31 Times as may i have your attention please
Read
+Library
Don't Go , Come Back To Me Please !!

Don't Go , Come Back To Me Please !!

"Hei, kamu itu spesial tha. Mau tau yang bikin spesial apa ? Hati kamu, hati kamu itu tulus. Jadi jangan berpikiran seperti itu lagi. Aku liat mas Darren tulus sayang sama kamu." "Gitu yah." "Hooh, udah ah jangan terlalu berpikiran yang tidak tidak. Nanti malah bikin hati kami sedih dan mood jadi jelek." Diantha mengangguk atas perkataan Disen. "Ya udah yuk selesain kerjaan dulu, sebelum jemputan datang." Ucap Disen lagi. * * * "Pagi pak Darren." "Selamat pagi pak Darren".
2.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as may i have your attention please
Read
+Library
Help Me

Help Me

nyonya Wilson melanjutkan ucapannya. Kini, seluruh warga yang berkumpul di tempat itu menjadikannya pusat perhatian dengan cara menatap dirinya dengan tatapan yang tak biasa.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as may i have your attention please
Read
+Library
Karena Kita Orang Miskin

Karena Kita Orang Miskin

Karena Kita Orang Miskin (29) Aku menatap Mas Dadang meminta jawaban. Haruskah kujawab telepon itu? Atau membiarkannya saja. "Angkat aja, Bu. Speaker!" perintah Mas Dadang. "Assalamualaikum," sapa Mas Bambang. "Waalaikumsalam." Aku menjawab datar. "Ada apa, ya, Mas?" tanyaku kemudian.
6.7K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as may i have your attention please
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursthuseres6
Don't Leave Me Alone "Kesya, kau mendengar ku? Jangan tutup matamu, pegang erat tanganku. Kau tidak boleh meninggalkan ku, sama sekali tidak boleh." Sean memberikan rentetan kalimat lirih, berusaha menjaga Kesya agar tetap sadar. Menggenggam kuat tangan pucat dan lemah Kesya, dengan berurai air mata Sean merapalkan doa penuh harap pada Sang Pemilik Hidup.
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as may i have your attention please
Read
+Library
I'm On You

I'm On You

Semoga Allah SWT memudahkan urusan kamu dan melapangkan rezeki kamu, amiin. Saya menyatakan sudah menyesal menulis cerita dengan isi penuh dosa dan saya bertaubat pada Allah SWT dari pada ini. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua, amiin.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 191 Times as may i have your attention please
Read
+Library
Look At Me!

Look At Me!

"Oke." Kembali Adimasta berjalan ke arah pintu. Hampir sampai, terdengar lagi teriakan Clarissa. Lagi-lagi Adimasta balik dan mendekat pada Clarissa. "Ada yang kurang?" Adimasta mengeluarkan ponsel. Dengan cepat dia mencatat yang tadi Clarissa minta sebelum dia lupa. "Ngapain pakai dicatet? Ini bukan di kafe." Clarissa menggerutu.
9.938.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as may i have your attention please
Read
+Library
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

lanjut Om Har lagi, matanya tidak lepas dari layar. Nindy tetap diam, menatap layar dengan rahang mengeras, tidak menanggapi komentar Om Har sedikit pun, sementara Malik hanya mengangguk kecil tanpa benar-benar mendengarkan. "Nah, ini dia belok ke resepsionis," seru Om Har lagi, kali ini suaranya lebih keras. Petugas akhirnya menoleh penuh, tersenyum sopan namun tegas. "Pak Har, maaf, saya izin fokus dulu ya, biar nggak ada yang kelewat."
1049.8K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as may i have your attention please
Read
+Library
BE WITH YOU

BE WITH YOU

Dengan langkah setengah sadar aku membuka pintu tanpa melihat siapa yang ada di luar sana melalui kamera. Manee dengan senyuman khasnya melambaikan tangan. “Pagi!” Ya Tuhan, ngapain dia jam segini ke sini? Apa aku lupa kalau dia mengajakku untuk lari pagi seperti kemarin? Refleks aku menyisir rambut dengan tangan, rambut yang acak-acakan belum dikeramas.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as may i have your attention please
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status