Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANGELA (Sang Perias Jenazah)

ANGELA (Sang Perias Jenazah)

Makanan di tempat ini memang terkenal enak dengan harga yang tidak begitu mahal. Satu meja yang kosong hanya ada di sudut ruangan. Mungkin orang enggan memilih meja itu karena dekat dengan toilet dan pintu menuju dapur. Angela tidak punya pilihan, ia harus duduk di sana. Bila tujuanmu baik, maka semuanya akan dimudahkan sepertinya memang benar adanya. Di sudut itu Angela merasakan panas yang lebih besar dari area lainnya. Dengung di telinganya pun seperti akan memecahkan kepalanya.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

Ia menyentuh permukaannya pelan. "Mas, meja ini cocok banget buat sudut baca di cafe kita. Lihat ukirannya, sederhana tapi manis." Ken mendekat, menatap meja itu dengan saksama, lalu mengetuk permukaannya. “ "Kokoh dan warnanya cocok dengan tema yang kamu pilih, Sayang. Kalau kamu suka, kita ambil sekalian," ucap Ken santai. Hanum tertawa kecil, melipat tangan di dadanya.
10335.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.4K kali sebagai meja sudut
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Nuri Asone
Sya sda berhabis ratusan ringgit ntk mngikuti jalan cerita..hujung²..ttiba cerita stop..smpi brminggu sya mnunggu kelanjutan cerita,tp hampa...sya mngikut 3 buah buku..bgitu jga,stelah brhbis bli bab ratusan ringgit..smpi lbh dri RM400..1 cerita..bukan rupiah ya!
Baca Semua Ulasan
DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN

DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN

Meja-meja ditutupi dengan kain putih bersih dan dihiasi dengan bunga segar serta lilin kecil yang memberikan suasana hangat dan intim. Ares dan Arra memilih untuk duduk di meja kecil yang terletak di sudut yang lebih tenang, jauh dari kerumunan orang yang ramai berbincang. Mereka menikmati hidangan makanan Italia yang lezat dan berbicara dengan lebih santai tentang acara dan proyek ini.
661 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

‎ ‎Tapi nasib berkata lain. ‎Saat berbelok di sudut meja, ujung sandal Mei tersangkut di lantai yang tidak rata. Tubuhnya oleng. Ketel di tangannya miring, dan air mendidih di dalamnya tumpah—langsung ke arah Xiao Fan yang sedang duduk di dekatnya. ‎ ‎"AAAAWAS!" teriak Mei. ‎ ‎Refleks Xiao Fan mengambil alih. ‎
8.73.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Pengantin Pewaris Cavendish

Pengantin Pewaris Cavendish

Pemandangan luar juga dipenuhi kabut tipis musim dingin. Ia menyisir ruangan dengan matanya, hingga pandangannya jatuh pada sebuah meja kayu mahoni di sudut. Meja kerja Jaiden. Hitam mengilap dan rapi. Ia melangkah pelan ke sana, derit lantai kayu di bawah kakinya nyaris tak terdengar.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Sang Presdir

Pelayan Cantik Sang Presdir

Mata abunya yang masih sayu menyapu sekitar ruangan yang masih bisa dijangkau. Ada meja belajar tepat di seberang tempat tidur. Meja belajar yang sepertinya memiliki aktivitas kesibukan padat. Terlihat dari buku dan kertas-kertas yang memenuhi lembaran papan kayu itu. Di sudut lain ada sebuah lemari polos pintu dua, dan tepat di samping lemari itu terdapat sofa panjang berwarna cokelat yang bisa menampung dua orang. Meski sempit, Serena bisa menatanya dengan baik. Hanya membayangkan aktivitas Serena di kamar ini saja sudah membuat sudut bibir Max naik.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

ujarnya dengan kekehan. "Pesanan meja nomor lima!" Terikan dari balik pintu membuat Salsa langsung sigap mendekat untuk mengantar makanan yang sudah siap. Obrolan mereka pun harus terhenti di sana. "Pesanan untuk meja nomor dua puluh satu!" Teriakan itu kembali terdengar membuat Nada mengangguk dan segera menjalankan tugasnya. Nomor itu adalah nomor meja yang ada di sudut tempat makan ini, biasa digunakan untuk mereka yaang membutuhkan tempat tenang seperti beberapa pekerja kantor sekitar sini atau beberapa mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Siapapun pelanggan yang masuk akan langsung tertarik membacanya. Andra melihat sekeliling untuk mencara kursi dan meja yang kosong, dan ia menemukan dibagian sudut kedai. Meja yang nyaman untuk menyantap semangkok mie yang panas. Andra mengajak Raina menuju meja tersebut sebelum didatangi pelanggan lainnya. Mereka duduk sembari meregangkan kaki yang terasa sedikit lelah itu. “Capek ya?” tanya Andra pada Raina yang terlihat sedang memijit mijit kecil kakinya.
18.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Istri Kedua CEO Ternyata Cantik Jelita

Istri Kedua CEO Ternyata Cantik Jelita

Sofa kulit di sudut ruangan dan meja kayu besar, memberi kesan mewah sekaligus hangat. Tuan Barata duduk perlahan di sofa, menghela napas ringan seolah menikmati suasana. Reval duduk di sebelahnya, sementara Kaisar menuangkan teh hangat dan meletakkan cangkir di meja.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 815 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Psycho Pathos

Psycho Pathos

Ia terlihat tenang membaca sebuah buku, tidak terusik sedikit pun dengan kebisingan di sekitar, sesekali matanya liar menyapu pandang ke seluruh ruang cafe. Denting pintu cafe berbunyi diiringi sepasang manusia yang masuk dan langsung memilih kursi yang berada di sudut ruangan. Posisi paling strategis untuk memperhatikan setiap pengunjung yang keluar masuk. “Kenapa kau sangat senang sekali, memilih duduk di sudut ini?” tanya Pandu pada Raksi yang sedang memilih menu untuk makan malamnya.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai meja sudut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status