Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Presdir yang Hilang

Istri Presdir yang Hilang

Sky menjepit pipinya sendiri, terpejam sejenak sembari memiringkan kepala. "Dan lihatlah bagaimana langitnya terpantul di permukaan danau! Wah, itu seperti kaca. Rasanya aku bisa berjalan di atasnya. Oh, Mama? Apakah itu awan?" Sky membelalakkan mata, memperhatikan bayang-bayang putih di sisi kiri dekat pantulan gunung. Sedetik kemudian, ia mendongak. Melihat serabut awan tipis yang bergerak lambat, ia berseru, "Mama, itu benar-benar awan! Rasanya itu sangat dekat. Aku seperti bisa meraihnya."
9.723.4K viewsCompletedAdded to Library 702 Times as melukis awan
Read
+Library
Love in The Game (INDONESIA)

Love in The Game (INDONESIA)

Asapnya mengepul ke udara membentuk semacam awan sekecil jari telunjuk mengambang di udara. Claire dan Leon bertatap-tatapan, mereka sepertinya memikirkan hal yang sama. “Aku coba lebih banyak,” kata Claire. Leon mengangguk-angguk menyetujui. Claire menuangkan isi botolnya lebih banyak dan di hadapan mereka terbentuk semacam awan yang cukup besar. Leon mencoba menyentuh awan yang mengambang rendah itu, rasanya seperti menyentuh kasur empuk.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as melukis awan
Read
+Library
Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Wulan memandang punggung mereka yang menjauh. Dia menengadahkan kepala, berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Dengan sakit yang masih terasa, dia memaksakan diri membuka pintu mobil, lalu berjalan terpincang-pincang menuju pintu rumah sakit. Hujan deras mulai turun di senja hari. Wulan tak mengangkat tangan untuk melindungi dirinya dari hujan, membiarkan air menyentuh dan membasahi luka di tubuhnya.
8.944.8K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as melukis awan
Read
+Library
Wanita Penghibur

Wanita Penghibur

"Tinggalkan gambar itu di sini!" "Ini lukisan Lail, kak, Lail harus menyerahkan lukisan ini kalau mau bergabung di kelas melukis. Lail sudah lama ingin belajar di tempat yang sama dengan teman yang lail kagumi, Lail gak mungkin menyia-nyiakannya." "Tapi tidak harus melukis laki-laki itu!" "Awan Kak, namanya Awan, kakak tau namanya, dia bukan orang asing, dia orang tua kita. Dia bapak, kak. Bapak."
104.6K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as melukis awan
Read
+Library
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Mungkin, sejak hari itulah, benih perasaan itu mulai tumbuh diam-diam di hati Aksara, seperti lumut yang tumbuh perlahan di sela batu, tak terlihat namun mengakar kuat. Kini, di terminal keberangkatan yang perlahan mulai sepi, Aksara mengambil pensilnya. Ia tidak menggambar pesawat yang lepas landas. Ia tidak menggambar orang-orang yang berpelukan. Ia menggoreskan garis miring pertama, tajam dan tegas, menggambarkan rintik hujan yang mulai membasahi kaca luar bandara.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as melukis awan
Read
+Library
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Sendirian di rumah, aku mengemas barang bawaanku dengan santai. Aku menandatangani surat perjanjian cerai, lalu menindihnya di atas meja kopi. Bersama dengan surat keterangan aborsi menggunakan segelas air. Setelah semua persiapan selesai, barulah aku menarik koperku dan melangkah keluar dari rumah. Aku langsung menuju bandara. Warna langit perlahan-lahan ditelan oleh kepekatan malam. Sebelum pesawat lepas landas, ponselku berdering.
7.2K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as melukis awan
Read
+Library
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

Walau diluaran, Awan terlihat memaksakan untuk terlihat bahagia dan baik-baik saja. "Apa rencanamu sekarang ?" tanya Karin pelan. Awan terlihat berpikir sejenak, "Aku ingin meluapkan semuanya." dengan ekspresi yang susah digambarkan. "Tidak cukupkah Awan hanya mencurahkannya pada Karin ?" tanya Karin dengan tatapan sendu. Awan hanya tersenyum misterius, hanya dia sendiri yang tahu bagaimana cara meluapkannya dan membuang semua emosinya.
8.9356.2K viewsCompletedAdded to Library 9.6K Times as melukis awan
Show Reviews (80)
Read
+Library
Bangfanstory
Saya sudah baca GGAP sampe The Last GGAP dan sekarang lgi proses The Next Sanjaya. Tapi kok saya harus buka kunci Per Bab nya ulang ya. pdahal saya sudah baca semua nya, Parah nih Authornya pdahal dlu saya penggemar Novelnya Sutan Sati sampe semua novel nya sudah saya baca sampe slesai sumpah kecewa
TiSu
suka sama ceritanya. Cerita remaja tapi diselipin peliknya masalah yang sangat serius. gak main2 masalah negara .... Btw kenapa bnyk yg protes koin yak. Yang kuketahui KOIN itu bukan penulis yg menentukan, melainkan tulisannya. Dalam arti KOIN dihitung sesuai jumlah kata, betul kan, Thor....
Read All Reviews
Terjebak Bersama Kriminal Tampan

Terjebak Bersama Kriminal Tampan

seru Azura. Dengan sekuat tenaga ia berusaha menarik pintu agar menutup. Awan hitam kelam bagai mendidih di atas sana. Langit tertutup sepenuhnya oleh awan­awan yang melayang rendah. Kilatan halilintar menghantam tanah, bergantian menggelegar menggetarkan sebelum kembali menghilang di balik awan. Gemuruh halilintar itu begitu keras, hingga
103.0K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as melukis awan
Read
+Library
My Hot Lady

My Hot Lady

Anira lagi-lagi hanya tersenyum, lantas kembali berbaring di lantai bersama Angel untuk menggambar. "Kasih warna ini biar cantik. Biru untuk laut, biru muda untuk langit. Daun kelapa kasih hijau." Angel lagi-lagi memberi instruksi dengan menunjukkan dan menyebutkan warna-warna yang Anira belum tahu.
9.9198.6K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as melukis awan
Show Reviews (50)
Read
+Library
Aililea (din din)
Squel buku My Hot Lady, sudah tayang dan bisa baca pakai koin misi ya. Kisah Kalandra, Anira, dan Kenan, berjudul Terjebak Cinta Saudara. Mampir yuk kak, setelah baca kisah MHL, biar tahu kelanjutan kisah anak-anak Evangeline dan Devan,.........
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Di sanalah aku mulai melukis lagi, menuangkan rasa lapar, duka, dan harapan ke atas kertas. Setiap garis yang kutarik adalah langkah menjauh darinya. Setiap sapuan warna adalah bukti bahwa aku masih punya masa depan, bahkan di luar bayang-bayangnya. Tebing-tebing menjulang di atas air biru toska, bunga liar menunduk ditiup angin. Aku mendirikan kanvasku di atas teras yang sepi, dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, aku menghirup udara yang tak berbau kekuasaan, asap, atau darah.
9.2K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as melukis awan
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status