Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perpisahan di Bawah Awan

Perpisahan di Bawah Awan

Alaric adalah sosok yang menjadi panutan bagi semua pilot. Di usia 16 tahun, dia menyelamatkan para sandera seorang diri. Pada usia 25 tahun, dia mengambil alih komando Pangkalan Penerbangan Utara. Dari puluhan ribu operasi yang dipimpinnya, dia tidak pernah melakukan kesalahan sekali pun. Dalam dunianya, tidak ada istilah "kompromi demi perasaan", yang ada hanyalah "tanggung jawab". Hazel menghabiskan waktu lima tahun untuk mengatasi fobia ketinggiannya. Dia memanjat tebing setinggi seratus meter dengan tangan kosong dan berjalan di atas kabel baja yang membentang di antara dua sisi samudra demi mengalahkan rasa takut itu. Dia berhasil masuk akademi penerbangan, lulus sebagai peringkat pert
1.1K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as melukis awan
Read
+Library
Suatu Hari di The Rio Grande

Suatu Hari di The Rio Grande

Ia menengadah, memandang ke arah awan- awan yang berarak tenang di balik jendela. Andai saja aku bisa hidup semudah awan- awan itu, pikirnya. Mengambang di udara, bergerak mengikuti arah angin tanpa perlu mengkhawatirkan apapun. Hanya itu. Mia mulai mengimajinasikan tiap awan seperti katakter tertentu –UFO raksasa, kelinci, sepiring spaghetti…
2.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as melukis awan
Read
+Library
Melukis

Melukis

Tian hanya geleng-geleng saja, dan mereka bertiga tertawa. Guru lukis mereka sudah masuk ke kelas, Vania dan Ara kembali ke tempat duduk mereka, dan kelas pun dimulai. Tema melukis hari ini adalah ‘hubungan manusia dengan alam sekitarnya’, mereka bebas melukis apa saja asalkan sesuai dengan tema yang diberikan. Setelah dua jam, kelas pun selesai. “Ian lo pulang sendiri nggak apa-apa kan?” Raina merapihkan barang-barang nya.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as melukis awan
Read
+Library
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Jadi dia hanya memberikan mereka senyuman daripada harus bersusah payah membalas perkataan mereka. Kini yang terdengar hanyalah suara berisik ketika air hujan menimpa atap gedung dan juga daun-daun lebar yang ada di taman tepat di depan gedung jurusan tempat Lian dan Awan berdiri. Mereka diam menikmatinya seperti sedang mendengarkan alunan musik dari alam. “Mengeluh itu ... tidak cocok untuk seseorang seperti saya ....” Lian mulai menggumam. Suaranya memang kecil. Tapi sudah cukup untuk membuat Awan menatapnya heran.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as melukis awan
Read
+Library
Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Angin bertiup pelan membawa butiran-butiran beku uap air, menghembuskan nafas dingin lewat celah sempit di dinding. Lukisan burung yang bertengger di atas rumpun bambu, menggambarkan perasaannya saat ini. Hewan langit itu sendirian, menatap awan yang bergulung-gulung, pertanda badai akan datang. Goresan tinta si pelukis begitu luwes tetapi tajam, membuat semua sangat nyata, menggugah emosi. Lama-lama, mata Ming Lan mulai berat. Antara sadar atau mimpi, telinganya menangkap suara asing dari jendela, seperti ada yang mencoba membuka paksa daunnya.
1022.0K viewsCompletedAdded to Library 815 Times as melukis awan
Read
+Library
Lembah Awan Berkabut

Lembah Awan Berkabut

Bab Ekstra: Badai di Dalam Surga – Bagian 2: Retakan di Dinding Surga Hari-hari berikutnya di Lembah Awan Berkabut terasa seperti memegang segelas air yang terlalu penuh, di ambang tumpah. Di permukaan, semuanya tenang. Para pengungsi tinggal di paviliun tamu mereka, menerima makanan dan perawatan dari tim An-Mei. Para murid melanjutkan rutinitas mereka. Namun di bawah permukaan, riak-riak ketidakpercayaan terus menyebar, menciptakan retakan tak kasat mata di dinding lembah
1.4K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as melukis awan
Read
+Library
Pewaris Naga Majapahit

Pewaris Naga Majapahit

Bab 248. ISTANA DI ATAS AWAN Tiba-tiba saja sosok Jaka Kelud muncul begitu saja di atas lautan pasific, melayang di antara awan putih yang berarak. Karena pada dasarnya Jaka Kelud bisa terbang, maka dia dengan mudah melayang diatas awan putih yang berarak seperti kumpulan kapas tebal. Sosok Jaka Kelud seperti menyatu dengan luasnya awan putih yang berarak, seperti sepotong jarum di atas lautan jerami, sehingga sosok Jaka Kelud sama sekali tidak terlihat siapapun.
9.773.3K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as melukis awan
Show Reviews (12)
Read
+Library
Hamfa Merman
Ceritanya oke thor! Izin promosi novel berjudul "PENDEKAR KAISAR RASKAR" dan "DERITA WAJAH JELEK". Keduanya sudah lebih daripada 50 bab (Updatenya lumayan cepat). Genrenya campuran dengan Romansa, Action, Fantasi Timur, Drama, dan Komedi. Dijamin pasti suka :)
MN Rohmadi
Author Mengucapkan Minal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. jika ada kata-kata dan alur cerita yang kurang berkenan di hati pembaca setia. Author akan berusaha menampilkan cerita-cerita yang menghibur dan enak dibaca. Terimakasih untuk semua pembaca setia karya-karya Author.
Read All Reviews
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Lin Xuan melompat dan melepaskan Teknik Pedang Awan Biru secara beruntun. Energi pedang yang menembus awan sangatlah halus, dengan pedang-pedang tipis dan padat beterbangan seperti awan putih yang lewat. engah! Dua lengan yang menyerupai pilar terputus dan jatuh ke lautan darah, menimbulkan ribuan gelombang. "Guruh!" Di atas langit, kilat perak turun membentuk pola bintang berujung enam, lalu menghantam ke bawah.
1014.2K viewsOngoingAdded to Library 354 Times as melukis awan
Read
+Library
Jika Warna Tidak Pernah Ada

Jika Warna Tidak Pernah Ada

Cahaya bulan yang mengintip di balik awan yang menutup seolah-olah ikut menahan ide lukisan yang seharusnya sedang Lio kerjakan malam ini. Seharusnya ia mewarnai langit yang cerah, penuh dengan awan indah, dan burnng-burung yang berkelompok saling beterbangan. Tapi kali ini, tepat di kanvas putih kini sama sekali tidak ada hal terang di dalamnya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as melukis awan
Read
+Library
Pengendali Sistem Terkuat

Pengendali Sistem Terkuat

Ternyata, Lancelot mencoba untuk mengendalikan elemen udara, air, tanah, dan api. "Sedikit lagi...!" seru Lancelot, ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk melakukan serangan dari teknik barunya ini. Dan setelah tepat satu menit kemudian, penampakan awan di atas kepala Lancelot berubah. Awan yang semula berwarna gelap karena sedang hujan, langsung menjadi berwarna abu-abu. Warna abu-abu itu dihasilkan karena adanya cahaya dan kegelapan yang saling menyatu.
9.7110.2K viewsOngoingAdded to Library 4.1K Times as melukis awan
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status