Jerat Cinta Sang Langit
desis Langit lirih.
Reflek, Bumi mundur, mengenai pintu kulkas. Langit makin maju, menangkupkan kedua tangannya ke wajah Bumi. Mengulum lembut bibir mungil itu sepenuh hati. Tak ada balasan di sana, Bumi masih terdiam. Tak mau ditolak, Langit menuntut lebih, mencoba membuka rongga mulut Bumi dan Bumi membukanya sedikit. Sedikit saja dan mampu memporakporandakan bibir Langit di sana. Bumi mengalungkan lengannya ke leher Langit, sedangkan Langit menurunkan tangannya ke bawah, memeluk erat pinggang Bumi. Lama, keduanya saling mencumbu, sampai Bumi merenggangkan kalungan lengannya. Langit berhenti mencium, menatap Bumi dengan pandangan penuh kabut.
Chapitres populaires