Hasrat Seorang Ipar
Setidaknya, Mamak jangan marah-marah terus, dong, kalau anaknya sudah mengakui kesalahan.
“Jadi pengen kuremas-remas si Fredy bencong itu! Duh, coba kalau dia ke sini, ya!” Mamak semakin berapi-api. Aku geli sendiri saat beliau mengucapkan kata bencong barusan. Hih, ternyata aku baru saja jalan dan masuk perangkap laki-laki jadi-jadian tersebut. Aku ternyata kelewat bodoh dan polos. Sudah jelas-jelas orangnya ngondek begitu. Apalagi kalau bukan lekong? Ya Allah, maafkan aku!
“Sudahlah, Mak. Yang penting, aku sama Arfan kan, sekarang?” tanyaku sambil meraih lengan gemuk Mamak.